Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
Senada, Pengamat Pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menjelaskan bahwa WP besar yang dikelola Kanwil LTO seluruhnya merupakan badan usaha, bukan wajib pajak orang pribadi, sesuai PER-17/PJ/2025.
Jenis pajak yang dipungut meliputi PPh Badan, PPN, hingga PPnBM.
Menariknya, di tengah penurunan target Kanwil LTO, pemerintah justru menaikkan target pada jenis pajak utama.
Target PPh Badan dinaikkan 35,16% atau sekitar Rp 113 triliun dari realisasi 2025, sementara target PPN dan PPnBM melonjak 26% atau sekitar Rp 250 triliun.
Baca Juga: Para Konglomerat Menunggak Pajak, Ditjen Pajak Blokir 33 Rekening Bank
Menurut Fajry, kondisi ini menegaskan bahwa penurunan target WP besar bukan berarti beban pajak berkurang, melainkan dialihkan.
“Kalau target wajib pajak besar diturunkan, pasti ada tambahan target untuk wajib pajak lainnya,” katanya.
Ia melihat pemerintah akan menempuh dua strategi. Pertama, intensifikasi pajak yang lebih luas dengan memperbanyak wajib pajak yang diawasi. Langkah ini sejalan dengan rencana mengalihkan sekitar 4.000 Account Representative (AR) menjadi pemeriksa pajak, yang diperkirakan akan meningkatkan penerbitan SP2DK.
Strategi kedua adalah penggalian potensi dari shadow economy dan penguatan penegakan hukum. Namun, Fajry menilai opsi pertama lebih realistis dalam jangka pendek, karena pemajakan sektor bayangan belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Baca Juga: Panggil Wajib Pajak Konglomerat, Ditjen Pajak: Hanya Klarifikasi Data!
Meski dinilai relatif lebih minim distorsi terhadap ekonomi, strategi memperluas basis pajak juga menyimpan risiko.
“Basis pajaknya lebih luas, tapi risiko shortfall penerimaan juga lebih tinggi,” pungkas Fajry.
Dengan demikian, pelonggaran target pajak konglomerat pada 2026 mencerminkan pilihan realistis pemerintah menghadapi volatilitas ekonomi global. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan agar beban fiskal tidak semakin menekan kelas menengah dan pelaku usaha kecil.
Selanjutnya: Wall Street Menguat, Didukung Laporan Pekerjaan AS yang Lebih Baik dari Perkiraan
Menarik Dibaca: Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Direktorat Jenderal Pajak
- harga komoditas
- inflasi
- Insentif Pajak
- Pph Badan
- Tax Holiday
- UMKM
- penerimaan pajak
- PPN
- tax allowance
- PPnBm
- PDB
- UU HPP
- Kelas Menengah
- Ariawan Rahmat
- Shadow Economy
- APBN 2026
- Target Penerimaan Pajak
- Kanwil LTO
- Target Pajak 2026
- penerimaan pajak 2026
- beban pajak
- pajak konglomerat
- strategi fiskal
- sektor ekstraktif
- PPS
- intensifikasi pajak
- moralitas pajak
- risiko shortfall













