kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prabowo - Trump Akan Tandatangani Kesepakatan Tarif Dagang Pekan Depan


Kamis, 12 Februari 2026 / 13:15 WIB
Prabowo - Trump Akan Tandatangani Kesepakatan Tarif Dagang Pekan Depan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo dan Trump akan teken ART. Tarif impor AS turun drastis, buka peluang emas bagi ekspor sawit, kopi, dan lainnya (prabowo/INSTAGRAM)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) pada pekan depan.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat bersama Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026) siang.

“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 nanti, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Terima Audiensi dengan Apindo, Prabowo Bahas Perluasan Lapangan Kerja

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menyampaikan bahwa perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan AS terus dilaporkan secara berkala kepada Prabowo.

“Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.

Penandatanganan ART merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sejak tahun lalu.

Pada 22 Juli 2025, AS dan Indonesia menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART yang menyebutkan bahwa AS akan memangkas tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen untuk produk asal Indonesia.

Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan ART.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kepastian AS untuk menghapus tarif impor khusus pada komoditas seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao.

Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif yang menghambat kerja sama antara kedua negara melalui deregulasi kebijakan.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Harapan Prabowo pada Hari Pers Nasional

Namun, Airlangga mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menunggu draf akhir kesepakatan tersebut.

“Kemudian, ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai,” jelasnya.

Selain membahas kesepakatan tarif dagang dengan AS, Airlangga juga melaporkan perkembangan ekonomi nasional kepada Prabowo, termasuk neraca dagang Indonesia yang mengalami surplus.

“Dari segi neraca perdagangan, kita juga terus mengalami surplus selama 68 bulan berturut-turut, yaitu sebesar USD 2,51 miliar,” tutup Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×