kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tak disukai masyarakat, Golkar salahkan Demokrat


Kamis, 27 Maret 2014 / 09:37 WIB
Promo HokBen spesial di sepanjang bulan November tahun 2022 ini memberikan beragam paket lezat dengan harga hemat untuk Anda.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Golkar menjadi salah satu partai politik yang tak disukai masyarakat setelah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera berdasarkan survei Charta Politika. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Indra J Pilliang mengatakan, persepsi negatif yang didapat partainya merupakan dampak sebagai mitra koalisi.

"Ini yang coba tidak dihambat oleh Demokrat dan ini merugikan koalisi secara keseluruhan," kata Indra di Jakarta, Rabu (26/3/2014).

Menurut Indra, seharusnya Demokrat membangun komunikasi dengan partai-partai politik yang tergabung dalam sekretariat gabungan. Padahal, kata dia, Demokrat bisa menyosialisasikan prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono kepada masyarakat.

"Tapi ini tidak ada komunikasi. Bahasa-bahasa perlawanan tidak dibangun. Yang kena partai koalisi," tandasnya.

Partai Demokrat menempati peringkat pertama sebagai partai politik yang paling tidak disukai masyarakat berdasarkan survei Charta Politika. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golongan Karya (Golkar) menyusul di peringkat kedua dan ketiga.

Partai Demokrat memperoleh angka 17,1 persen, sedangkan PKS mendapat 8,5 persen dan Golkar mendapatkan angka 6,6 persen. Partai politik lainnya secara berturut-turut adalah PDI Perjuangan (4,9 persen), PKPI (4,1 persen), Nasdem (2,7 persen), PBB (2,4 persen), Gerindra (2,1 persen), PKB (1,9 persen), PAN (1,7 persen), Hanura (1,3 persen), dan terakhir PPP (1 persen). (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×