Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Bukan tuntutan bubar tetapi kritik
Selanjutnya, Nur menilai bahwa munculnya usulan pembubaran DPR disebabkan oleh perilaku dan sepak terjang anggota dewan yang berbanding terbalik dengan keinginan rakyat pada umumnya.
"Mereka jengkel dengan perilakunya. Itu bagian dari kritik yang harus diterima secara legowo," tutur Nur.
"Tapi sayang sekali respons-respons elite politik yang berbasis di DPR RI malah kurang berkualitas dan menunjukkan karakter mereka," lanjut dia.
Nur menilai bahwa sebagian dari anggota dewan memang tidak memiliki visi negarawan, padahal seharusnya, kritikan masyarakat bisa digunakan sebagai sarana introspeksi. Sebab, agenda DPR memang tidak selalu berbanding lurus dengan keadaan negara yang diperjuangkan.
"Kalau mereka produktif misalnya membahas UU perampasan aset, pasti akan didukung rakyat," ujar Nur.
Tonton: Demo Besar Dipicu Joget Ria DPR di Tengah Derita Rakyat
"(Usulan pembubaran DPR adalah) cara mengkritik yang sangat jelas. Karena anggota dewan tidak menangkap secara esensial, masyarakat menjadi emosional. Tapi sayangnya pemangku kepentingan di DPR RI lebih emosional," pungkas dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disinggung Mahfud MD, Apa Risiko Negara Tanpa DPR?"
Selanjutnya: 5 Peringatan Penting 30 Agustus: Ada Hari Korban Penghilangan Paksa Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News