kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Defisit APBN Capai Rp 204,2 Triliun hingga Juni 2025, Setara 0,84% dari PDB


Rabu, 02 Juli 2025 / 05:45 WIB
Defisit APBN Capai Rp 204,2 Triliun hingga Juni 2025, Setara 0,84% dari PDB
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga Juni atau semester I 2025 mencapai rp 204,2 triliun atau 0,84% dari produk domestik bruto (PDB).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN hingga Juni atau semester I 2025 mencapai 0,84% dari produk domestik bruto (PDB), atau dalam nominal mencapai Rp 204,2 triliun.

Adapun defisit APBN hingga semester I 2025 ini melebar bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 0,34% dari PDB atau Rp 77,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, defisit APBN hingga semester I 2025 ini melebar bila dibandingkan tahun lalu lantaran penerimaan pajak pada Januari dan Februari 2025 mengalami kontraksi yang cukup dalam.

Baca Juga: Menkeu Buka Opsi Tambah Utang Jika Defisit APBN 2025 Membengkak

“Namun kita berharap pada semester II 2025 akan recovery,” tutur Sri Mulyani saat menyampaikan laporan sementara realisasi APBN hingga semester I 2025 di Banggar DPR RI, Selasa (1/7).

Adapun defisit APBN terjadi lantaran realisasi belanja negara lebih besar bila dibandingkan penerimaan negara yang masuk.

Dalam paparannya, realisasi pendapatan negara hingga semester I 2025 mencapai Rp 1.201,8 triliun atau 40% dari target. Realisasi tersebut tercatat lebih rendah 9% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.320,7 triliun.

Kemudian, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.406 triliun, atau 38,8% dari target. Realisasi belanja tersebut tercatat meningkat bila dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 0,6% yoy yang mencapai Rp 1.398 triliun.

Baca Juga: Jika Defisit Melebar, Sri Mulyani Buka Opsi Tambah Utang

Adapun pendapatan negara terkontraksi 9% yoy dipengaruhi tren penurunan harga Indonesian Crude Price (ICP), pengalihan dividen BUMN ke BPI Danantara, dan kebijakan PPN secara terbatas atas barang mewah.

Sementara itu, belanja negara tumbuh 0,6% yoy, sejalan dengan pencapaian target pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan, mendorong perekonomian di daerah (MBG, Pemberdayaan Desa/UMKM), program prioritas seperti ketahanan pangan dan energi, pertahanan semesta, investasi/hilirisasi.

Lebih lanjut, Kementerian keuangan juga mencatat keseimbangan primer mencatatkan surplus Rp 52,8 triliun hingga Semester I 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×