kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Rupiah Nyaris Tembus Rp 16.300 per Dolar AS, Begini Dampaknya ke Belanja Negara


Rabu, 12 Juni 2024 / 17:40 WIB
Rupiah Nyaris Tembus Rp 16.300 per Dolar AS, Begini Dampaknya ke Belanja Negara
ILUSTRASI. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). Rupiah Nyaris Tembus Rp 16.300 per Dolar AS, Begini Dampaknya ke Belanja Negara.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah, menjauhi asumsi yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Jika pelemahan rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut, maka APBN akan terdampak. Setiap pelemahan nilai tukar rupiah akan menyumbang defisit APBN, karena belanja negara akan membengkak.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah akan menambah penerimaan negara, tetapi juga sekaligus menambah alokasi belanja negara.

Baca Juga: Rupiah Anjlok Nyaris ke Rp 16.300, Kemenkeu Pastikan Utang Pemerintah Aman

Di satu sisi, penguatan dolar AS terhadap rupiah menyebabkan peningkatan beberapa komponen seperti pembayaran bunga utang, subsidi, dan kompensasi energi, serta dana bagi hasil (DBH) migas akibat perubahan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) migas.

“Namun demikian, deviasi indikator asumsi nilai tukar rupiah juga akan mempengaruhi sisi pendapatan sehingga dampak neto terhadap APBN cenderung minim,” tutur Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah di pasar spot tak mampu keluar dari tekanan pada perdagangan hari ini. Rabu (12/6), rupiah spot ditutup di level Rp 16.295 per dolar AS, jauh melebihi target dalam APBN 2023 sebesar Rp 15.000 per dolar AS.

Baca Juga: Cegah Crowding Out Effect, Kemenkeu Prioritaskan Penerbitan SBN Domestik

Berdasarkan anlisis sensitivitas APBN 2024 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp 100 per dolar AS, akan menambah belanja negara sebesar Rp 10,2 triliun, sementara pendapatan negara akan bertambah Rp 4 triliun.

Alhasil, ada tambahan defisit anggaran Rp 6,2 triliun dari pelemahan nilai tukar tersebut.

Skenarionya apabila nilai tukar rupiah melemah Rp 16.300 per dolar AS (jauh dari asumsi APBN 2024 Rp 15.000), maka belanja negara akan bertambah Rp 132,6 triliun, dan pendapatan negara akan bertambah Rp 52 triliun. Alhasil, ada tambahan defisit anggaran Rp 80,6 triliun dari pelemahan nilai tukar tersebut.

Baca Juga: Defisit APBN Berpotensi Melebar, Utang Luar Negeri Pemerintah Terancam Naik

Untuk diketahui, pelemahan kurs rupiah akan sangat mempengaruhi belanja khususnya belanja subsidi energi, terlebih jika pelemahan kurs dibarengi dengan naiknya harga minyak mentah. Selain itu terdapat juga penyesuaian pada pengadaan barang dan jasa pemerintah akibat selisih kurs.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×