kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.091   11,00   0,06%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

DJP Siapkan Insentif Pajak Baru untuk Dorong Industri Film Nasional


Kamis, 23 Oktober 2025 / 10:30 WIB
DJP Siapkan Insentif Pajak Baru untuk Dorong Industri Film Nasional
ILUSTRASI. Dirjen Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah menyiapkan skema insentif pajak baru untuk industri film dalam negeri.

Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan sektor kreatif sekaligus menciptakan level playing field yang lebih adil antara film lokal dan film impor.

Baca Juga: Ditjen Pajak Awasi Praktik Pemecahan Usaha Demi Nikmati Tarif Pajak 0,5%

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan hal tersebut usai menerima perwakilan sejumlah asosiasi film di Indonesia, belum lama ini.

“Permintaannya (dari pelaku industri), kita akan membuat skema insentif yang affordable untuk mengembangkan industri film dalam negeri. Termasuk juga untuk menyetarakan level playing field antara industri film nasional dan film impor,” ujar Bimo di Kemenko Perekonomian, Rabu (22/10/2025).

Bimo menjelaskan, pelaku industri film menilai masih ada beberapa aspek perpajakan yang perlu diperbaiki agar iklim usaha semakin kondusif.

“Selama ini mungkin dirasa ada beberapa hal yang harus di-improve,” katanya.

Baca Juga: Hadapi Shortfall Penerimaan, Dirjen Pajak Sisir Wajib Pajak Potensial

Meski belum merinci bentuk insentif yang akan diberikan, Bimo menegaskan arah kebijakan DJP akan difokuskan pada keringanan beban pajak bagi pelaku film nasional.

“Saya belum bisa bicara detail, tapi arahnya agar beban pajak bagi industri dalam negeri tidak terlalu memberatkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×