kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

IOC Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Internasional


Kamis, 23 Oktober 2025 / 10:29 WIB
IOC Larang Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Olahraga Internasional
Simbol cincin Olimpiade dipajang di Gedung Olimpiade di Lausanne, Swiss, 3 Desember 2024. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional setelah pemerintah Indonesia menolak memberikan visa bagi atlet Israel.

Penolakan tersebut terjadi dalam penyelenggaraan World Artistic Gymnastics Championships di Jakarta. Pemerintah Indonesia menyatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk protes atas serangan militer Israel di Gaza.

Keputusan ini menuai reaksi keras dari Federasi Senam Israel (IGF) yang menyebut langkah Indonesia menciptakan “preseden berbahaya”. IGF juga mengkritik Federasi Senam Internasional (FIG) yang dianggap gagal menjamin partisipasi atlet mereka.

Baca Juga: Pertama di Asia Tenggara, Indonesia Jadi Tuan Rumah World of Coffee (WOC) 2025

Dalam rapatnya pekan ini, IOC menyatakan akan menghentikan seluruh bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia terkait kemungkinan menjadi tuan rumah Olimpiade, Youth Olympic Games, maupun konferensi olahraga lain di masa depan.

IOC menegaskan, larangan tersebut akan berlaku sampai Indonesia memberikan jaminan resmi bahwa semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan, dapat masuk ke wilayahnya untuk mengikuti kompetisi. 

Selain itu, IOC juga merekomendasikan agar seluruh federasi olahraga internasional tidak menggelar acara atau pertemuan di Indonesia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Namun, menurut IGF, sebelumnya mereka telah mendapat jaminan bahwa tim Israel akan diizinkan berpartisipasi di kejuaraan tersebut.

Akibat larangan ini, sejumlah atlet Israel, termasuk juara dunia lantai bertahan Artem Dolgopyat, gagal tampil. Dolgopyat merupakan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan perak Olimpiade Paris 2024, serta dua kali juara Eropa.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah World of Coffee 2025, Kopi Nusantara Siap Mendunia!

IGF sempat mengajukan permohonan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) agar partisipasi Israel dijamin atau kejuaraan dipindahkan, namun permintaan itu ditolak.

IOC juga memanggil Komite Olimpiade Indonesia dan FIG untuk datang ke markas IOC di Lausanne, Swiss, guna membahas situasi tersebut. 

Dalam pernyataannya, IOC kembali menegaskan pentingnya prinsip akses bebas bagi semua peserta tanpa diskriminasi dalam setiap ajang olahraga internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×