Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kinerja ekspor Indonesia ke China terus menunjukkan tren positif. Negara tersebut tetap menjadi mitra dagang utama sekaligus pasar ekspor terbesar bagi Indonesia, meski di sisi lain masih menyumbang defisit perdagangan terbesar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan nilai ekspor Indonesia ke China meningkat signifikan sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pidato Menteri Perdagangan Budi Santoso yang disampaikan Fajarini, disebutkan bahwa China merupakan mitra strategis bagi perdagangan Indonesia.
“China adalah partner utama kita. Ekspor kita ke sana trennya naik sekitar 4%. Tahun lalu bahkan meningkat sekitar 16,4%,” kata Fajarini di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Surplus Necara Dagang RI Tumbuh 32,3% Tembus US$ 38,7 Miliar
Pemerintah melihat China sebagai pasar ekspor yang sangat potensial bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, tren ekspor Indonesia ke negara tersebut terus mencatat pertumbuhan positif.
Peningkatan tersebut menunjukkan permintaan pasar China terhadap berbagai komoditas Indonesia masih kuat. Hal ini sekaligus memperkuat posisi China sebagai salah satu tujuan utama ekspor nasional.
Meski demikian, peningkatan ekspor tersebut belum mampu menutup kesenjangan perdagangan antara kedua negara.
Kemendag mencatat Indonesia masih mengalami defisit dalam neraca perdagangan dengan China. Bahkan, negara tersebut menjadi penyumbang defisit terbesar dalam perdagangan Indonesia.
Fajarini menyebut nilai defisit perdagangan dengan China mencapai sekitar US$ 20 miliar. “Kalau kita lihat neraca perdagangan Indonesia–China, kita masih defisit dan China merupakan penyumbang defisit terbesar,” ujarnya.
Baca Juga: Kemendag Bidik Transaksi Dagang TEI 2025 Tembus US$ 16,5 Miliar
Meski begitu, pemerintah menilai tren pertumbuhan ekspor yang terus meningkat menjadi sinyal positif untuk memperkecil kesenjangan perdagangan di masa depan.
Dengan potensi pasar China yang besar, pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional, termasuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan peluang perdagangan sekaligus menekan defisit yang masih terjadi dalam hubungan dagang kedua negara.
Baca Juga: Ekspor Perikanan RI Tembus US$ 2,98 Miliar pada Semester I-2025
Di sisi lain, Kementerian Perdagangan juga terus menjalankan berbagai program promosi ekspor serta kegiatan kemitraan bisnis dengan pelaku usaha, termasuk melalui sejumlah kegiatan pendukung yang memiliki unsur tanggung jawab sosial (CSR).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













