kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Danantara Umumkan Zhejiang Weiming Garap Proyek WtE di Bogor Raya


Jumat, 13 Maret 2026 / 16:36 WIB
Danantara Umumkan Zhejiang Weiming Garap Proyek WtE di Bogor Raya
ILUSTRASI. DAVOS-MEETING/DANANTARA (REUTERS/Selena Li)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra operasional terpilih untuk fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bogor Raya. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Danantara menjatuhkan pilihan kepada perusahaan asal China, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menjelaskan, pemilihan mitra operasional ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden No. 109/2025. 

Menurutnya, langkah ini menjadi tonggak penting dalam program Waste to Energy (WtE) Danantara yang bertujuan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga: Perusahaan China Ini Kembali Jadi Pemenang Proyek Listrik Sampah Danantara di Bogor

Zhejiang Weiming selaku mitra terpilih diwajibkan untuk membentuk konsorsium. Hal ini bertujuan untuk memastikan terjadinya transfer teknologi serta kolaborasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Sesuai dengan mandat Danantara Indonesia, proyek di Bogor Raya ini dikembangkan dengan penekanan kuat pada keandalan operasional dan pengelolaan lingkungan. Danantara juga memprioritaskan tata kelola hulu yang kuat dengan proses implementasi yang transparan serta didasarkan pada mitigasi risiko.

Pandu menyatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan solusi pengelolaan limbah terintegrasi yang didasarkan pada tata kelola yang baik dan standar operasional tertinggi.

“Mitra yang terpilih diharapkan dapat menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap semua persyaratan yang berlaku, dan mendukung keterlibatan berkelanjutan dengan komunitas sekitar,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, Pandu menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan solusi pengelolaan limbah yang menciptakan nilai lingkungan dan sosial jangka panjang bagi komunitas di seluruh Indonesia.

Baca Juga: KPK Tahan Eks Menag Yaqut, Dalami Skema Fee di Balik Pengaturan Kuota Haji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×