Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi berjalan kembali defisit pada kuartal IV 2025 sebesar US$ 2,5 miliar atau 0,7% dari PDB.
Rencana jumbo ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang diteken Prabowo Subianto dan Donald Trump