kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.968   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Tembus 6,25 Juta hingga H-4


Rabu, 18 Maret 2026 / 13:54 WIB
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Tembus 6,25 Juta hingga H-4
ILUSTRASI. Angka mudik Lebaran 2026 melonjak 10,98% hingga H-4. Temukan moda transportasi mana yang paling diminati dan pemicu lonjakan ini. (Antara Foto/Jessica Wuysang)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat, secara akumulatif sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-4 (17 Maret 2026), total penumpang yang berangkat menggunakan angkutan umum mencapai 6.251.806 orang.

Angka tersebut mengalami kenaikan 10,98% dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 5.633.141 orang. Dari seluruh moda, transportasi perkeretaapian membukukan kenaikan tertinggi, yakni melonjak 15,67% menjadi 1,86 juta penumpang dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,61 juta penumpang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menjelaskan kenaikan pergerakan penumpang hingga H-4 dipicu oleh perjalanan mudik yang lebih serentak. Pasalnya, per 18 Maret 2026 masyarakat sudah memasuki masa cuti bersama Nyepi.

Baca Juga: Begini Bocoran Aturan Rusun Subsidi: Tenor 30 Tahun Hingga Luas 45 Meter Persegi

“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun cuti bersama,” kata Titis dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada titik kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini dilakukan karena kedua gerbang utama tersebut akan ditutup total selama perayaan Nyepi, sehingga terjadi konsentrasi massa menjelang penutupan operasional.

Dari sisi kinerja operasional, Kemenhub mencatat tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) secara umum masih terjaga di level tinggi. Hingga H-4, OTP kereta api antarkota berada di level 95,90%, diikuti angkutan laut 95,82%, dan penyeberangan 95,09%.

Namun, OTP angkutan jalan tercatat paling rendah di angka 71,92%, sementara udara domestik berada di level 81,81%.

Baca Juga: Bulog Targetkan Tugas Penyerapan Gabah dan Beras 4 Juta Ton Rampung Juni 2026

Meskipun operasional tetap berjalan, Kemenhub terus memantau ancaman eksternal dari faktor cuaca dan geologi. Terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu di Halmahera dan Gunung Semeru yang mulai berdampak pada beberapa rute penerbangan, meski belum mengganggu operasional secara masif.

“Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×