Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi belanja pemerintah pusat pada Januari 2026 naik signifikan. Pada Januari 2026, total belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 131,9 triliun atau tumbuh 53,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 86,0 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara merinci, belanja kementerian dan lembaga (K/L) telah terealisasi Rp 55,8 triliun atau setara 3,7% dari pagu APBN 2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan Januari 2025 yang baru mencapai Rp 24,4 triliun.
“Ini adalah percepatan belanja yang dilakukan oleh seluruh pemerintah pusat melalui berbagai macam kementerian dan lembaga (K/L) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui APBN,” ujar Suahasil dalam konfrensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Targetkan Belanja Kuartal I-2026 Rp 809 Triliun, Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 6%
Salah satu komponen yang meningkat tajam adalah belanja bantuan sosial (bansos). Hingga Januari 2026, bansos telah tersalurkan Rp 9,5 triliun, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp 4,1 triliun.
Menurut Suahasil, percepatan penyaluran bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) Kuartal I yang sudah mulai dicairkan sejak Januari, diharapkan mendorong konsumsi rumah tangga dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, belanja barang juga meningkat signifikan, terutama karena implementasi program makan bergizi gratis (MBG). Pada Januari 2026, realisasi MBG mencapai Rp 19,5 triliun, melonjak jauh dari Januari 2025 yang baru sekitar Rp 45 miliar.
Total belanja barang pada Januari 2026 tercatat Rp 25,9 triliun. Bahkan tanpa memasukkan realisasi MBG, belanja barang tetap naik menjadi sekitar Rp 6 triliun, dibandingkan Januari 2025 yang hanya Rp 3,2 triliun.
“Kalaupun kita keluarkan realisasi MBG, belanja barang itu tetap meningkat cukup tinggi dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.
Belanja pegawai juga mengalami pertumbuhan, seiring pemenuhan kebutuhan tambahan aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri agar dapat menjalankan tugas dan layanan publik secara optimal.
Baca Juga: Pertumbuhan Uang Beredar di Tahun Ini Diproyeksi Tetap Tinggi, Ini Syaratnya
Sementara itu, belanja modal tercatat meningkat, terutama untuk pembangunan konektivitas, ketahanan pangan, jaringan irigasi, serta infrastruktur pendukung lainnya. Pemerintah menilai percepatan belanja pada awal tahun ini menjadi strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sejak kuartal pertama.
Pemerintah optimistis akselerasi belanja sejak awal tahun akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui dorongan konsumsi rumah tangga dan peningkatan aktivitas pembangunan.
Selanjutnya: Kemenkeu Sudah Cairkan Rp 95,3 Triliun Dana TKD pada Januari 2026
Menarik Dibaca: 6 Promo Ramadhan Es Teler 77: Jangan Lewatkan Beli 1 Gratis 1 hingga Diskon 50%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)