kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Purbaya Dapat Keluhan Pelemahan Rupiah Gerus Keuntungan Pedagang Tahu Tempe


Sabtu, 06 Juni 2026 / 11:44 WIB
Purbaya Dapat Keluhan Pelemahan Rupiah Gerus Keuntungan Pedagang Tahu Tempe
ILUSTRASI. APBN defisit Rp164,4 triliun April 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah telah memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, khususnya penjual tahu dan tempe yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menurut Purbaya, ia menerima keluhan dari para pedagang yang keuntungan usahanya semakin tertekan akibat kenaikan biaya produksi seiring melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan-bahannya masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka," ujar Purbaya di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: BI dan Kemenkeu Kompak, Siapkan Jurus Baru Perkuat Rupiah

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, stabilitas rupiah akan memberikan dampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil.

Ke depan, pemerintah akan berfokus memastikan kebijakan fiskal berjalan optimal sekaligus meningkatkan sinergi dengan otoritas moneter agar dampak kebijakan terhadap perekonomian semakin kuat.

"Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral. Kita akan mendukung bank sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," katanya.

Purbaya meyakini sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter dapat mengembalikan kepercayaan pasar terhadap rupiah sehingga tekanan terhadap mata uang domestik dapat mereda.

"Kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh itu harusnya akan mengembalikan kepentingan pasar ke nilai tukar rupiah sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah ke level yang lebih tinggi dari sekarang," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama menjaga stabilitas rupiah bukan hanya untuk memperbaiki indikator ekonomi makro, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.

"Dengan nanti kebijakan yang lebih bagus itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu-tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, tidak terbebani lagi beban hidupnya, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan," ujar Purbaya.

Baca Juga: Gubernur BI: Koordinasi Fiskal-Moneter Diperkuat demi Jaga Stabilitas Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×