kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Purbaya Akan Terbang ke China Bulan Juni Untuk Promosikan Penerbitan Panda Bond


Sabtu, 06 Juni 2026 / 13:40 WIB
Purbaya Akan Terbang ke China Bulan Juni Untuk Promosikan Penerbitan Panda Bond
ILUSTRASI. APBN defisit Rp164,4 triliun April 2026 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan terbang ke China pada 16 Juni 2026 untuk mempromosikan rencana penerbitan Panda Bond sebagai bagian dari strategi pemerintah memperluas sumber pembiayaan dan basis investor global.

Purbaya mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk menjajaki minat investor China terhadap instrumen surat utang pemerintah Indonesia yang akan diterbitkan di pasar keuangan China.

"Ya kita terbitkan. Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 ke China untuk promosi Panda Bond," ujar Purbaya dalam konfrensi pers APBN KiTA Edisi Juni, Jumat (5/6).

Baca Juga: Kemenkeu Sudah Serap SBN Rp 11 Triliun di Pasar Sekunder Demi Jaga Yield Stabil

Purbaya menegaskan strategi utama pemerintah saat ini adalah melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan investor.

Ia juga menilai kondisi pasar obligasi pemerintah saat ini masih cukup terjaga. Hal itu tercermin dari yield Surat Berharga Negara (SBN) yang relatif stabil meskipun pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian.

"Kalau kita lihat kan yield bond kita relatif stabil. Selama kita bisa meyakinkan bahwa memang ekonomi arahnya ke depan seperti apa, yang baik ya," ujarnya.

Purbaya menyebut pemerintah tidak memerlukan strategi yang terlalu agresif untuk menarik investor. Yang terpenting adalah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi dan terus memperluas jangkauan investor melalui diversifikasi pasar.

"Nggak perlu strategi yang terlalu khusus, tapi yang jelas strateginya adalah diversifikasi," pungkasnya.

Baca Juga: BI Bakal Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah untuk Kendalikan Beban Bunga Utang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×