kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.825   -80,00   -0,47%
  • IDX 8.384   112,28   1,36%
  • KOMPAS100 1.180   15,84   1,36%
  • LQ45 845   9,68   1,16%
  • ISSI 299   4,14   1,40%
  • IDX30 443   6,23   1,43%
  • IDXHIDIV20 527   5,07   0,97%
  • IDX80 131   1,59   1,23%
  • IDXV30 144   0,80   0,56%
  • IDXQ30 142   1,70   1,21%

Belanja APBN 2026 Ngebut Awal Tahun, Realisasi Capai Rp 227,2 Triliun pada Januari


Senin, 23 Februari 2026 / 12:01 WIB
Diperbarui Senin, 23 Februari 2026 / 12:18 WIB
Belanja APBN 2026 Ngebut Awal Tahun, Realisasi Capai Rp 227,2 Triliun pada Januari
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya dan Satgas P2SP Hilangkan Hambatan Perizinan dan Beban Cukai Bioetanol Pertamina (KONTAN/Nurtiandriyani S) Realisasi belanja APBN 2026 pada Januari 2026 mencapai Rp 227,3 triliun atau setara 5,9% dari pagu sebesar Rp 3.842,7 triliun.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Realisasi belanja APBN 2026 pada Januari 2026 mencapai Rp 227,3 triliun atau setara 5,9% dari pagu sebesar Rp 3.842,7 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi Januari 2025 yang sebesar Rp 180,77 triliun atau 4,99% dari target APBN 2025 sebesar Rp 3.621,31 triliun.

Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, peningkatan serapan belanja pada awal tahun mencerminkan akselerasi pelaksanaan program pemerintah, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026.

“Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN 2026 Edisi Februari.

Dari total realisasi Januari 2026, belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp 131,9 triliun atau 4,2% dari pagu. Rinciannya, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp 55,8 triliun atau 3,7% dari pagu, sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp 76,1 triliun atau 4,6% dari pagu.

Baca Juga: Pada Januari 2026, APBN Sudah Tekor Sebesar Rp 54,6 Triliun

Sementara itu, belanja Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp 95,3 triliun atau telah terserap 13,8% dari pagu. Tingginya serapan TKD pada awal tahun diharapkan mampu mempercepat aktivitas ekonomi di daerah.

Pemerintah memproyeksikan realisasi belanja pada kuartal I-2026 mencapai Rp 809 triliun. Target tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum belanja negara sebagai instrumen stimulus ekonomi.

Purbaya menegaskan, secara keseluruhan APBN 2026 tetap dirancang sebagai shock absorber di tengah dinamika global, sekaligus motor penggerak ekonomi domestik.

“Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kita optimistis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Pengecualian Sertifikasi Halal untuk Produk dari AS

Selanjutnya: Pada Januari 2026, APBN Sudah Tekor Sebesar Rp 54,6 Triliun

Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×