kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Purbaya: Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi


Sabtu, 06 Juni 2026 / 16:38 WIB
Purbaya: Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Ekonomi
ILUSTRASI. Menteri Keuangan ungkap koordinasi pemerintah dan BI berhasil jaga rupiah. (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi tekanan biaya yang ditanggung masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurut Purbaya, sinergi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter diperlukan agar dampak kebijakan ekonomi semakin terasa terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6/2026).

Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendorong aliran modal masuk serta menjaga likuiditas di pasar keuangan.

Baca Juga: Bea Cukai Tetap Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Pengawasan Ekspor Meski Ada DSI

Purbaya menilai stabilitas rupiah akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebab, nilai tukar yang lebih terjaga dapat membantu menekan biaya produksi, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Jika biaya produksi dapat ditekan, kenaikan harga barang juga dapat lebih terkendali sehingga beban masyarakat ikut berkurang.

"Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," katanya.

Menurut Purbaya, penguatan sinergi fiskal dan moneter tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar, tetapi juga untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh pelaku usaha dan rumah tangga melalui harga yang lebih terkendali dan aktivitas ekonomi yang lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×