kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Terancam Perang Tarif Trump


Jumat, 04 April 2025 / 08:09 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Terancam Perang Tarif Trump
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/2/2025). Perang dagang yang masih berlangsung berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan bisa di bawah 5%.


Reporter: Indra Khairuman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang yang masih berlangsung berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melemahnya permintaan global berdampak negatif terhadap ekspor, sekaligus memperburuk defisit neraca perdagangan.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa ketidakpastian global dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap berbagai komoditas, yang pada akhirnya mempengaruhi nilai ekspor Indonesia.

“Ekonomi dunia berpotensi melemah, sehingga permintaan berbagai komoditas akan menurun, yang berdampak pada ekspor kita,” ujar Wijayanto kepada Kontan.co.id, Kamis (3/4).

Baca Juga: Indonesia Perlu Melawan Perang Dagang dengan Meningkatkan Daya Beli

Ketergantungan Indonesia pada pasar global membuat perekonomian nasional rentan terhadap fluktuasi akibat ketegangan perdagangan internasional.

Selain itu, dampak dari perang dagang ini juga berpotensi memperburuk defisit neraca perdagangan. Menipisnya surplus perdagangan dapat meningkatkan risiko defisit yang lebih besar bagi Indonesia.

“Surplus perdagangan akan menipis, belum lagi potensi membanjirnya produk China dan Vietnam ke Indonesia,” tambahnya.

Masuknya produk dari negara lain berisiko menekan daya saing produk lokal, yang pada akhirnya dapat mengurangi kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perang dagang juga berpotensi menghambat arus investasi ke Indonesia. Meningkatnya risiko ekonomi membuat investor lebih berhati-hati dalam menanamkan modal.

Baca Juga: BI Sebut Ada Peluang dari Kebijakan Perang Tarif Trump, Apa Itu?

“Risiko Indonesia dianggap meningkat. Arus masuk investasi portofolio akan tersendat,” ungkap Wijayanto.

Dengan menurunnya investasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan hanya akan berada di kisaran 4,6% - 4,9%. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan.

Selanjutnya: Bank Syariah Indonesia (BRIS) Kantongi Laba Rp 1,16 Triliun Hingga Februari 2025

Menarik Dibaca: Cara Reset Explore Instagram dalam 5 Menit, Ini Trik yang Perlu Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×