kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BI Sebut Ada Peluang dari Kebijakan Perang Tarif Trump, Apa Itu?


Jumat, 07 Februari 2025 / 15:16 WIB
BI Sebut Ada Peluang dari Kebijakan Perang Tarif Trump, Apa Itu?
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) melihat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-BANDA ACEH. Bank Indonesia  (BI) melihat perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Juli Budi Winantya mengatakan, salah satu  peluang terbesar yang bisa diambil adalah pengambilalihan pangsa ekspor yang sebelumnya dikuasai Tiongkok.

Misalnya dengan melihat produk-produk yang memiliki kesamaan dengan yang dieskpor dari Amerika Serikat (AS) dan Vietnam.

“Banyak produk-produk dari Amerika Serikat dan Vietnam, yang punya kesamaan . Apabila nanti peningkatan tarif ini diterapkan, bisa kita manfaatkan peluang untuk meningkatkan ekspor,” ucap Juli dalam acara Pelatihan Wartawan BI di Banda Aceh, Jumat (7/2).

Baca Juga: BI Sebut Arus Modal Global Cabut ke AS Bikin Kurs Dolar Makin Menguat

Selain itu, peluang lainnya datang dari potensi relokasi investasi. Dengan adanya tarif yang dikenakan terhadap produk-produk asal Tiongkok, beberapa perusahaan yang sebelumnya berbasis di negara tersebut kemungkinan akan mencari lokasi baru untuk produksi mereka.

Saat terjadi perang dagang di tahun 2018 banyak perusahaan yang melakukan relokasi dari China ke Vietnam. Namun saat ini Vietnam bukan lagi menjadi negara tujuan karena sedang mengalami surplus transaksi berjalan.

“Indonesia ada di posisi yang bagus Untuk bisa memanfaatkan peluang itu. Jadi terkait dengan Trump tadi Ada risiko dan juga di sisi lain ada peluang. Ini yang masih terus kita pantau dampaknya,” katanya.

Juli menegaskan BI akan terus memantau dampak dari kebijakan tarif ini, yang masih bersifat dinamis. 

Baca Juga: Ini Peringatan Media Pemerintah China kepada Trump Soal Perang Tarif

Beberapa negara seperti Meksiko dan Kanada saat ini masih dalam tahap negosiasi terkait tarif mereka dengan Amerika Serikat. 

Menurutnya, kebijakan tarif ini tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan ekonomi, tetapi juga menjadi alat bagi Amerika Serikat dalam kebijakan politik luar negerinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×