kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Survei LPEM UI: 55% Pakar Ekonomi Sepakat Ekonomi Indonesia Semakin Memburuk


Minggu, 16 Maret 2025 / 12:24 WIB
Survei LPEM UI: 55% Pakar Ekonomi Sepakat Ekonomi Indonesia Semakin Memburuk
ILUSTRASI. Mayoritas pakar ekonomi menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk di semester I-2025 dibandingkan tiga bulan sebelumnya.KONTAN/Cheppy A. Muchlis/17/12/2024


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI untuk semester I-2025 menunjukkan bahwa mayoritas pakar ekonomi menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Berdasarkan hasil survei LPEM UI yang dirilis Jumat (15/3), sebanyak 23 orang atau 55% dari 42 responden menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini lebih buruk, dengan 7 orang di antaranya menyebutnya jauh lebih buruk. Hanya satu responden yang melihat adanya perbaikan.

Dengan rata-rata tingkat kepercayaan sebesar 7,71, hasil survei ini mengindikasikan bahwa keprihatinan terhadap ekonomi nasional cukup kuat. 

Baca Juga: Kepala Bappenas Sebut Periode Ini Kesempatan Terakhir Lepas dari Jebakan Ekonomi 5%

Rata-rata persepsi ekonomi saat ini berada di angka -0,86 pada skala dari -2 (jauh lebih buruk) hingga +2 (jauh lebih baik), menegaskan bahwa pandangan negatif mendominasi di kalangan pakar.

Selain itu, survei yang dilakukan pada 14 hingga 24 Februari 2025 ini juga menunjukkan bahwa 23 dari 42 pakar ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari angka saat ini, meskipun tidak ada partisipan yang berpikir bahwa kontraksi akan lebih kuat.

Survei ini juga mencatat bahwa sebagian besar ahli percaya bahwa tekanan ekonomi tidak berubah atau secara signifikan lebih rendah dari periode sebelumnya.

Sekitar 9 dari 42 pakar ekonomi menganggap tekanan inflasi meningkat, sementara minoritas dua pakar ekonomi menganggapnya jauh lebih rendah dari sebelumnya.

Baca Juga: Fitch Ratings Proyeksi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5% di 2026, Melambat di 2026

Sebaliknya, sebanyak 20 dari 42 pakar ekonomi (hampir 50%) memperkirakan bahwa inflasi akan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 8 pakar memperkirakan kondisi inflasi akan tetap sama, dan 8 lainnya menilai inflasi justru akan lebih rendah. 

Di sisi lain, 3 pakar memperkirakan tekanan inflasi akan jauh lebih tinggi, sedangkan 3 lainnya memprediksi inflasi akan jauh lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×