kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.208
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Integrasi MRT, LRT, dan Transjakarta bisa membuat orang memakai transportasi umum

Jumat, 11 Januari 2019 / 18:34 WIB

Integrasi MRT, LRT, dan Transjakarta bisa membuat orang memakai transportasi umum
ILUSTRASI. Proyek LRT Jabodetabek

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengungkapkan dalam rapat terbatas (ratas) bahwa kemacetan di Jabodetabek menyebabkan masyarakat kehilangan produktivitas senilai Rp 65 triliun per tahun. Kerugian ini harus segera diminimalisir dengan integrasi pengelolaan sarana serta layanan transportasi.

Direktur Utama LRT (Light Rail Transit) Allan Tandiono menanggapi hal tersebut dengan melakukan kajian untuk pengelolaan transportasi Jabodetabek dengan Transjakarta dan LRT untuk integrasi pengelolaan sarana serta layanan transportasi baik itu infrastruktur, tarif, hingga akses masyarakat pada dua moda transportasi tersebut.

Namun demikian Allan mengatakan bahwa saat ini panjang koridor LRT hanya 5,8 km dari velodrome ke kelapa gading sehingga belum maksimal. Maka dari itu, ia menyebut bahwa yang mampu mengurangi kerugian produktivitas masyarakat per tahun adalah dengan perpanjangan koridor 116 km.

Allan mengatakan dengan perpanjangan Koridor hingga 116 km melingkari kota Jakarta dan juga lokasi stasiun LRT tak jauh dari rumah atau kantor tentunya akan sangat membantu kerugian Jakarta akibat kemacetan.

"Bayangkan kalau koridornya sudah kemana-mana di seluruh kota Jakarta, seharusnya sudah tidak ada kebutuhan warga Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, karena program Pak Gubernur kan 500 meter itu sudah ada transportasi publik," ujar Alan di Velodrome Rawamangun Jakarta Timur, Jumat (11/1).

Allan mengaku optimis bahwa dengan integrasi antara Mass Rapid Transit (MRT), LRT dan TransJakarta masyarakan akan berbondong-bondong menggunakan transportaai umum.

"Dengan transportasi aman dan nyaman seperti ini, ngapain bayar BBM, naik mobil atau motor, ya seharusnya orang berpindah ke transportasi publik jadi saya yakin optimis," jelasnya.

Namun ironisnya, Allan tak bisa memastikan kapan seluruh koridor LRT dapat terbentuk secara menyeluruh dan terintegrasi. Allan juga mengindikasikan bahwa Pemprov DKI sejauh ini belum memberikan lampu hijau untuk perpanjangan koridor.

"Ini mungkin harus konfirmasi ke Pemprov DKI. Kalau dari operator kita sendiri, kita berharap ya secepat mungkin, kalau bisa cepat," jelasnya.


Reporter: Kiki Safitri
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.1091 || diagnostic_web = 2.8826

Close [X]
×