kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini proyeksi ekonomi versi Manulife Aset Manajemen


Senin, 04 Mei 2015 / 19:20 WIB
Ini proyeksi ekonomi versi Manulife Aset Manajemen
ILUSTRASI. Pecak Ikan Nila adalah sajian khas Nusantara, tepatnya dari daerah Betawi


Reporter: Noor Muhammad Falih | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Investor pasar modal memproyeksi perlambatan ekonomi kuartal I-2015. Proyeksi tersebut berdampak pada koreksi di bursa saham maupun pasar obligasi sepanjang minggu lalu. Namun apakah perlambatan ekonomi periode Januari-Maret tersebut akan berlangsung sepanjang tahun 2015?

Direktur Pengembangan Bisnis Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut E Andanawarih mengatakan, kondisi pasar modal pada akhir April lalu memang tengah pesimistis. Namun, “menjadi tidak adil juga jika perlambatan ekonomi kuartal I-2015 digunakan sebagai satu-satunya acuan bahwa sepanjang 2015 ini kondisi makro ekonomi akan terus memburuk,” papar Putut, Senin (4/5).

Menurutnya, propek ekonomi Indonesia jangka panjang masih cukup positif. Ia mencontohkan Presiden Joko Widodo sudah mulai melakukan groundbreaking sejumlah proyek infrastruktur seperti program sejuta rumah, pembangkit listrik dan pembangunan jalan tol. Putut mengatakan dampak proyek-proyek seperti itu tidak akan terlihat dalam jangka pendek namun menumbuhkan tingkat kepercayaan investor jangka panjang.

Berikut asumsi MAMI terhadap ekonomi makro Indonesia sepanjang 2015:

Produk Domestik Bruto (PDB): 5% - 5,5%

Inflasi: 5,25% - 6,25%

BI rate: 7% - 7,5%

Kurs USD/IDR: Rp 12.700 – Rp 13.500

Defisit Transaksi Berjalan dari PDB: 2,5% - 3%

Pertumbuhan laba emiten per saham (Earnings Per Share/EPS): 9% - 12%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×