kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

EuroCharm Berharap IEU CEPA Bisa Diteken Tahun 2025


Senin, 09 Desember 2024 / 15:08 WIB
EuroCharm Berharap IEU CEPA Bisa Diteken Tahun 2025
ILUSTRASI. Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sudah berlangsung hampir 8 tahun, atau sudah dilakukan 18 kali pertemuan. Namun, hingga saat ini belum juga ada kesepakatan terkait perjanjian dagang tersebut.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sudah berlangsung hampir 8 tahun, atau sudah dilakukan 18 kali pertemuan. Namun, hingga saat ini belum juga ada kesepakatan terkait perjanjian dagang tersebut.

Ketua European Business Chambers of Commerce (EuroCham) atau Kamar Dagang Eropa Francois de Maricourt berharap, perjanjian ini  bisa ditandatangani pada 2025 mendatang. Padahal sebelumnya IEU CEPA ditargetkan diselesaikan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Sayangnya, itu belum tercapai. Menteri mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memajukan hal ini. Namun, untuk itu diperlukan kompromi dari kedua belah pihak. Jadi, saya berharap, mudah-mudahan tahun depan perjanjian ini bisa ditandatangani dan disepakati,” tutur Maricourt kepada awak media, Senin (9/12).

Baca Juga: Investor Eropa Sebut Birokrasi Perizinan Berusaha di Indonesia Masih Rumit

Ia menyayangkan, belum ditandatanganinya IEU CEPA juga turut membuat Indonesia sulit bersaing dengan negara lainnya dalam hal perdagangan.

Maricourt mencontohkan, ketika Vietnam menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa (UE), ekspor Vietnam ke UE meningkat secara signifikan.

“Saat ini, beberapa perusahaan di Indonesia sulit bersaing karena belum ada tarif khusus untuk perusahaan Indonesia karena IEU CEPA belum ditandatangani,” ungkapnya.

Maricourt berharap penandatanganan IEU CEPA bisa segera dilaksanakan agar turut bisa mendukung aliran investasi yang masuk ke Indonesia lebih banyak lagi.

Baca Juga: Perjanjian Dagang RI-Kanada (CEPA) Kelar Dibahas, Akses Pasar ke Kanada Terbuka Luas

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah menargetkan perjanjian IEU CEPA bisa diselesaikan pada kuartal I 2025.

Ia menyebut, perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×