kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Investor Eropa Sebut Birokrasi Perizinan Berusaha di Indonesia Masih Rumit


Senin, 09 Desember 2024 / 14:43 WIB
Investor Eropa Sebut Birokrasi Perizinan Berusaha di Indonesia Masih Rumit
ILUSTRASI. Kawasan perkantoran di pusat kota Jakarta, Rabu (31/5/2023). (KONTAN/Fransiskus Simbolon). Kamar Dagang Eropa menilai terdapat sejumlah tantangan saat akan berinvestasi di Indonesia. Salah satunya birokrasi yang rumit.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  European Business Chambers of Commerce (EuroCham) atau Kamar Dagang Eropa menilai terdapat sejumlah tantangan saat akan berinvestasi di Indonesia. Salah satunya birokrasi yang rumit menjadi tantangan saat akan berinvestasi di Indonesia.

Ketua EuroCharm Francois de Maricourt menyampaikan, ketika ingin berinvestasi di Indonesia, diperlukan mengajukan perizinan yang berlapis.

“Salah satu tantangan umum yang disebutkan oleh anggota kami dan calon investor adalah birokrasi. Sayangnya, di Indonesia masih ada banyak regulasi dari berbagai entitas,” tutur Maricourt kepada awak media, Senin (9/12).

Baca Juga: Butuh Investasi Rp 13.528 Triliun untuk Kerek Pertumbuhan Ekonomi 8% di 2029

Dengan birokrasi yang rumit tersebut, Ia menyarankan agar pemerintah Indonesia bisa menyederhanakan proses perizinan investasi. Hal ini dinilai sangat membantu untuk menarik investasi yang masuk ke Indoensia lebih banyak lagi.

Tantangan lainnya, yakni terkait perjanjian perdagangan. Ia membandingkan dengan Vietnam. Ketika Vietnam menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa, ekspor Vietnam ke UE meningkat secara signifikan.

Menurutnya, saat ini, beberapa perusahaan di Indonesia sulit bersaing karena belum ada tarif khusus untuk perusahaan Indonesia. Hal ini karena perjanjian dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) tak kunjung ditandatangani.

“Kami sangat berharap akan ada kemajuan dalam penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa ini karena ini sangat mendukung aliran perdagangan dan investasi,” ungkapnya.

Baca Juga: BKPM Tawarkan Investasi di Sektor Energi Baru Terbarukan ke Investor Eropa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×