kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Menko Airlangga Akan Beri Ultimatum Terakhir dalam Negosiasi Perundingan IEU-CEPA


Rabu, 25 September 2024 / 13:19 WIB
Menko Airlangga Akan Beri Ultimatum Terakhir dalam Negosiasi Perundingan IEU-CEPA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali akan melakukan perundingan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA) pada Rabu (25/9). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan dalam pertemuan nanti, Indonesia akan memberikan ultimatum terakhir pada Uni Eropa untuk tidak lagi menunda-nunda perundingan yang sudah dilakukan selama 9 tahun terakhir ini. 

"Nanti saya akan tegaskan kalau Eropa terus pindah gawangnya, kita kita ada batasnya," kata Airlangga dijumpai di Kantornya, Rabu (25/9). 

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdangan Internasional, Bara Khrisna Hasibuan mengatakan hingga saat ini masih ada 2 sampai 3 isu yang masih alot dan belum menemui kesepakatan dalam perundingan. 

Baca Juga: Perundingan Terancam molor, Kemendag: Ada 3 Isu di IEU-CEPA yang Belum Disepakati

Menurutnya, pemerintah hingga kini masih melakukan negosiasi agar IEU-CEPA dapat segera diterapkan. 

"Ada 2 atau 3 isu yang masih belum disepakati dua negara, tapi saya belum bisa menjelaskan secara detil," ujar Bara pada media dijumpai di Kantar Kementerian Perdagangan, Senin (23/9). 

Bara belum bisa memastikan pasti kapan perjanjian dagang ini rampung dibahas. Namun, Kemendag menargetkan beberapa isu prinsip akan bisa rampung sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir. 

"Tapi kalau memang tidak bisa pasti akan dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya," kata Bara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×