kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

BPKH: Dana untuk Pembiayaan Haji 2026 Disiapkan Rp 20 Triliun, 80% dalam Valas


Sabtu, 24 Januari 2026 / 19:11 WIB
BPKH: Dana untuk Pembiayaan Haji 2026 Disiapkan Rp 20 Triliun, 80% dalam Valas
ILUSTRASI. Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah (Kontan/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kesiapan likuiditas pembiayaan haji 2026 di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.

Total dana haji yang disiapkan mencapai Rp 18 triliun–Rp 20 triliun untuk pembiayaan haji 2026, dengan sekitar 80% dialokasikan dalam bentuk valuta asing, terutama dolar AS dan riyal Saudi. 

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, persiapan likuiditas telah dilakukan sejak akhir 2025 seiring dimulainya pembayaran layanan haji oleh Pemerintah Arab Saudi pada 9 Januari dan 20 Januari 2026.

 “Dari sisi likuiditas kami sudah siap. Pembayaran haji itu basisnya tiga mata uang: rupiah, Saudi riyal, dan dolar AS,” ujarnya dalam Annual Media Outlook BPKH 2026 di Magelang, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Pelaksanaan Haji 2026 Kembali Gunakan Skema Murur &Tanazul, Kurangi Kepadatan di Mina

BPKH menggunakan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS dan telah mengamankan stok dolar lebih awal untuk meredam dampak pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Langkah ini diperkuat setelah koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) yang memberi ruang pembelian valas secara bertahap tanpa menunggu dokumen underlying

“Setiap tahun kebutuhan kami sekitar Rp 18 triliun sampai Rp 20 triliun dan hampir 80% itu mata uang asing. Tahun ini persediaan valas kami lebih siap dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Fadlul.

Sementara itu, BPKH memastikan tidak ada masalah likuiditas pada pengelolaan haji khusus. Tantangan tahun ini lebih pada pemenuhan dokumen administrasi sesuai persyaratan baru dari Kementerian Haji Arab Saudi.

Baca Juga: Calon Petugas Haji Dibekali Gambaran Pemetaan Prosesi Ibadah Haji

Selanjutnya: Kementerian ESDM Kawal Pemulihan Operasi Blok Rokan Pascagangguan Pipa Gas

Menarik Dibaca: 9 Manfaat Rutin Makan Buah Pepaya bagi Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×