Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H atau 2026, diberikan pemetaan terkait pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Musdalifah, Mina), di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Jumat (23/1/2026).
Prosesi pemetaan ini diharapkan menjadi pemahaman bagi petugas haji, agar paham alur prosesi dan tahapan Armuzna berlangsung.
Pemetaan diawali dengan tactical floor game (TFG) atau yang biasa disebut oleh kalangan militer sebagai TFG adalah taktik militer yang biasa diterapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak selama masa latihan atau manuver lapangan.
Letkol Inf. Dr. Surnadi selaku Koordinator Materi TFG PPIH 2026 membeberkan, TFG ini sudah diterapkan sejak 2024. Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan materi tersebut adalah agar para petugas haji, ketika menjalankan tugas di Arab Saudi, dapat menempati daker atau pos masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Baca Juga: DPR Sebut Diklat PPIH Arab Saudi Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Pelayanan Jamaah
Dengan penempatan yang tepat, tugas dapat dilaksanakan secara baik, aman, dan lancar, sehingga jemaah merasa terlindungi serta terbimbing dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petugas haji dalam melaksanakan tugas, baik di Daker Madinah, Daker Makkah, Daker Bandara, maupun saat pelaksanaan tugas di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Jamarat, termasuk pada puncak pelaksanaan haji jemaah Indonesia,” tutur Surnadi kepada awak media, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: PPIH 2026: 6 Calon Petugas Haji Dipulangkan Paksa, Ini Alasannya
Selain itu, ia juga menyebut TFG menjadi gambaran awal bagi para petugas dalam memahami tugas-tugas yang akan dihadapi. Pemahaman tersebut nantinya akan diperdalam melalui kegiatan maket dan gladi posko, sehingga tugas dan fungsi petugas dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Menurutnya, poin terpenting bagi petugas haji dalam kegiatan Armuzna adalah kemampuan mengatur waktu. Pengaturan waktu dinilai sangat krusial dalam setiap pergerakan, baik pergerakan petugas maupun dalam mengawal dan mengawasi jemaah, mulai dari pergerakan sektor-sektor di Makkah menuju Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Mina, Mina ke Jamarat, hingga kembali ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadah.
Baca Juga: Kementerian Haji dan Umroh Resmi Membuka Seleksi PPIH Arab Saudi Tingkat Pusat 2026
Selanjutnya: Pintu Air Katulampa Siaga III, Tinggi Muka Air Sempat Capai 110 Sentimeter
Menarik Dibaca: Berawan Tebal Mendominasi, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (24/1) di Jakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













