kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Pelaksanaan Haji 2026 Kembali Gunakan Skema Murur &Tanazul, Kurangi Kepadatan di Mina


Jumat, 23 Januari 2026 / 22:52 WIB
Pelaksanaan Haji 2026 Kembali Gunakan Skema Murur &Tanazul, Kurangi Kepadatan di Mina
ILUSTRASI. Dahnil Anzar Simanjuntak (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana kembali menerapkan skema murur dan tanazul pada puncak ibadah haji 1447 H atau 2026 M.

Kepala Satuan Operasi Armuzna 2025 Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid menjelaskan, saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah akan menerapkan konsep murur dan tanazul untuk mengurai kepadatan, agar jemaah lebih nyaman dan aman saat beribadah.

Sebagaimana diketahui, pada 2024, untuk pertama kalinya pemerintah menerapkan murur dan tanazul saat puncak haji di Armuzna.

“Rencana Murur dan Tanazul memang itu akan kita laksanakan pada tahun ini. Memang sudah dikemukakan oleh pemimpin kita di kementerian haji, bapak menteri juga akan melakukan konsep itu,” tutur Harun kepada awak media, Rabu (21/2/2026).

Baca Juga: Wamenhaj Sebut Biaya Konsumsi Jemaah Haji di Arab Saudi Tahun 2026 Turun

Adapun dua skema itu disiapkan bagi jemaah lanjut usia (lansia), difabel, dan sakit serta untuk mengatasi kepadatan jemaah di Mina.

Murur adalah metode pergerakan jemaah haji dari Arafah menuju Mina dengan cara melintas atau tanpa turun di Muzdalifah, hanya singgah sebentar di atas bus, sebagai inovasi untuk mengurai kepadatan dan memudahkan jemaah lansia, disabilitas, serta risiko tinggi (Risti).

Sedangkan tanazul adalah proses menggantikan atau mendahulukan keberangkatan kloter haji seseorang karena kondisi tertentu. Tanazul ini artinya, jemaah tidak bermalam di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel di Makkah (terutama untuk hotel yang dekat dengan area jamarat) setelah melempar jumrah. Ini bertujuan mengatasi kepadatan tenda dan keterbatasan fasilitas di Mina.

Harun menyebutkan, program tanazul diutamakan bagi jemaah yang tinggal di hotel-hotel di kawasan Syisyah dan Raudhah. Kawasan ini berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi melempar jamrah.

Baca Juga: Calon Petugas Haji Dibekali Gambaran Pemetaan Prosesi Ibadah Haji

Meski demikian, belum bisa memastikan berapa jumlah Jemaah haji 2026 yang akan melaksanakan murur dan tanazul nantinya. Hal ini lantaran pendataan Jemaah yang akan berangkat tahun ini masih terus berjalan, seiring dengan masih dibukanya proses pelunasan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, sebanyak 50 ribu calon haji prioritas akan mengikuti skema murur pada musim haji tahun ini.

“Strategi murur ini akan tetap kami lanjutkan dengan memberikan prioritas kepada jamaah lanjut usia, disabilitas dan pendampingnya,” kata Dahnil.

Ia menyebut, dua skema ini  akan diberikan kepada jamaah Jemaah haji, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok prioritas. “Terkait teknis pelaksanaan, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan bekerja sama dengan dua syarikah pelayanan umum yang telah kami pilih,” kata Dahnil.

Baca Juga: Layanan Haji 2026: Petugas Wajib Beri Layanan Nyata, Bukan Sekadar Administrasi

Selanjutnya: Industrialisasi Pupuk di Papua Dinilai Strategis Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Menarik Dibaca: Hasil Indonesia Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Semifinal, Segel 1 Tiket Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×