kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI prediksi inflasi Februari masih akan tinggi


Minggu, 09 Februari 2014 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. Layanan pesan antar Shop & Drive dari PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tahun 2014 dibuka dengan data inflasi Januari yang mencapai 1,04%. Inflasi yang tinggi ini disinyalir masih akan berlanjut hingga Februari karena anomali cuaca yang masih terjadi.

Karena itu Bank Indonesia (BI) melihat inflasi di Februari 2014 berpeluang untuk terkoreksi tinggi. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan ada berbagai bahan komoditi khususnya pangan yang masih mengalami tekanan. Musim panen terganggu serta distribusi pangan terhambat karena faktor anomali cuaca.

Otoritas moneter ini berharap sektor ril bisa mengendalikan permasalahan ini. "Upaya koordinasi pemerintah, pemerintah daerah, dan BI diharapkan bisa kendalikan inflasi," ujar Agus akhir pekan ini.

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan ekspektasi inflasi di triwulan I dan II 2014 masih tinggi. Hal ini disebabkan adanya faktor cuaca yang sejak awal tahun melanda berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun begitu, BI melihat hingga akhir tahun kisaran inflasi akan sesuai target yaitu 4,5% plus minus satu. Nantinya, ekspetasi inflasi akan mulai menurun setelah masuk triwulan III 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×