kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mensos Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Alokasi PBI BPJS Kesehatan


Selasa, 10 Februari 2026 / 17:30 WIB
Mensos Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Alokasi PBI BPJS Kesehatan
ILUSTRASI. Menteri Sosial Gus Ipul (Tribunnews/Jeprima) Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan tidak ada pengurangan terkait alokasi Penerima Bantuan Iuran (BPI) BPJS Kesehatan.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan tidak ada pengurangan terkait alokasi Penerima Bantuan Iuran (BPI) BPJS Kesehatan. 

Gus Ipul menyebut isu menonaktifkan PBI BPJS Kesehatan hanya dilakukan untuk perbaikan data. Pasalnya, pemerintah mendapati ada 54 juta masyarakat miskin yang belum menerima bantuan asuransi kesehatan dari pemerintah ini. Sebaliknya ada 15 juta golongan orang kaya yang justru menikmati subsidi ini. 

"Maka itu kami melakukan ground check ke lapangan bersama dengan pemerintah daerah. Setelah kita lakukan ground check secara bertahap kita alihkan," kata Mensos dijumpai di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026). 

Baca Juga: Penjualan Eceran Januari 2026 Terkontraksi Secara Bulanan, Ini Penyebabnya

Gus Ipul menegaskan bahwa alokasi penerima di tahun ini tetap 96,8 juta penerima manfaat. Hanya saja, beberapa yang tidak memenuhi kriteria akan dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. 

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengkonfirmasi bahwa ada 13 juta lebih peserta yang dinonaktifkan sebagai PBI BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2025. Namun, pemerintah memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan untuk melakukan reaktifasi sejak tahun 2025. 

"Ada 87.000 lebih ya yang melakukan reaktivasi di tahun 2025.Sisanya ada juga yang beralih kepesertaan mandiri. Ada juga yang iurannya ditanggung oleh daerah," jelas mensos. 

Sementara di tahun 2026, Mensos mencatat ada 11 juta yang dinonaktifkan. Hanya saja, dirinya menegaskan alokasi 11 juta yang tidak aktif ini akan dialihkan kepada mereka yang membutuhkan. 

"Dan sama dengan tahun lalu kita beri kesempatan untuk mereka reaktivasi," ungkap Mensos. 

Baca Juga: Pemerintah Fasilitasi Mudik Gratis Lebaran 2026 Untuk 34 Provinsi Tujuan

Selanjutnya: 12 Sayur yang Bagus untuk Diet agar Berat Badan Turun

Menarik Dibaca: 12 Sayur yang Bagus untuk Diet agar Berat Badan Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×