Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan tidak ada pengurangan terkait alokasi Penerima Bantuan Iuran (BPI) BPJS Kesehatan.
Gus Ipul menyebut isu menonaktifkan PBI BPJS Kesehatan hanya dilakukan untuk perbaikan data. Pasalnya, pemerintah mendapati ada 54 juta masyarakat miskin yang belum menerima bantuan asuransi kesehatan dari pemerintah ini. Sebaliknya ada 15 juta golongan orang kaya yang justru menikmati subsidi ini.
"Maka itu kami melakukan ground check ke lapangan bersama dengan pemerintah daerah. Setelah kita lakukan ground check secara bertahap kita alihkan," kata Mensos dijumpai di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Penjualan Eceran Januari 2026 Terkontraksi Secara Bulanan, Ini Penyebabnya
Gus Ipul menegaskan bahwa alokasi penerima di tahun ini tetap 96,8 juta penerima manfaat. Hanya saja, beberapa yang tidak memenuhi kriteria akan dialihkan kepada mereka yang lebih membutuhkan.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengkonfirmasi bahwa ada 13 juta lebih peserta yang dinonaktifkan sebagai PBI BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2025. Namun, pemerintah memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan untuk melakukan reaktifasi sejak tahun 2025.
"Ada 87.000 lebih ya yang melakukan reaktivasi di tahun 2025.Sisanya ada juga yang beralih kepesertaan mandiri. Ada juga yang iurannya ditanggung oleh daerah," jelas mensos.
Sementara di tahun 2026, Mensos mencatat ada 11 juta yang dinonaktifkan. Hanya saja, dirinya menegaskan alokasi 11 juta yang tidak aktif ini akan dialihkan kepada mereka yang membutuhkan.
"Dan sama dengan tahun lalu kita beri kesempatan untuk mereka reaktivasi," ungkap Mensos.
Baca Juga: Pemerintah Fasilitasi Mudik Gratis Lebaran 2026 Untuk 34 Provinsi Tujuan
Selanjutnya: 12 Sayur yang Bagus untuk Diet agar Berat Badan Turun
Menarik Dibaca: 12 Sayur yang Bagus untuk Diet agar Berat Badan Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













