Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada akhir masa jabatan pertama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 800 miliar hingga 2029.
Angka tersebut meningkat sekitar 40% dibandingkan realisasi investasi pada periode tahun 2014–2024 yang mencapai US$ 500 miliar.Menurut Rosan, kualitas investasi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Ia menekankan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain sektor padat karya, Rosan juga menyoroti potensi Indonesia di bidang energi terbarukan dan ekonomi digital.
“Apa yang mereka inginkan adalah kepastian. Investasi merupakan komitmen jangka panjang, sehingga konsistensi kebijakan menjadi sangat penting,” ujarnya, dalam CNA Summit 2026, pekan lalu.
Rosan mengatakan, pemerintah terbuka untuk memperkuat kolaborasi investasi kawasan, termasuk dengan Temasek Holdings dari Singapura dan Khazanah Nasional dari Malaysia, guna mendorong investasi lintas negara di Asia Tenggara.
Baca Juga: Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi, Danantara Gelontorkan Investasi US$ 7 Miliar
Di sisi lain, aktivis sosial politik Irma Natalia Hutabarat menyampaikan, Danantara memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan aset negara.
Irma membandingkan model Danantara dengan Temasek dan Khazanah. Menurutnya, tingkat transparansi dan independensi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor global.
"Praktik audit global serta keterbukaan informasi publik menjadi prasyarat agar Danantara dapat beroperasi secara kredibel di mata internasional," kata dia, dalam diskusi, Selasa (10/2).
Ia menyebut, tak ada intervensi politik dari pemerintah Singapura kepada Temasek karena memang beroperasi sebagai perusahaan swasta yang komersial.
Jika intervensi politik itu dbolehkan, maka itu adalah resep untuk sebuah kehancuran. "“Makanya kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama pada Danantara," imbuhnya.
Temasek dan Khazanah berpegang teguh kepada Santiago Principal. Tapi, kunci dari itu semua adalah bagaimana memegang teguh transparansi.
Selanjutnya: Mandiri Sekuritas Bantu Investor Pahami Potensi Investasi di Tengah Ketidakpastian
Menarik Dibaca: 12 Sayur yang Bagus untuk Diet agar Berat Badan Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













