kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BBM naik, 2 bulan ada penghematan Rp 21 triliun


Senin, 13 Oktober 2014 / 16:35 WIB
ILUSTRASI. Promo Indomaret Hanya 7 Hari Periode 1-15 Mei 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) menghitung, rencana pemerintahan baru unntuk menaikkan harga BBM pada bulan November sebesar Rp 3.000 per liter akan menghemat anggaran belanja APBN hingga Rp 21 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan penghematan Rp 21 triliun itu didapat dari penghematan selama dua bulan, yaitu November dan Desember. Hitungannya volume subsidi tahun ini sebesar 46 juta kiloliter (kl). 

Jika dihitung selama setahun, maka 46 juta kl dikalikan Rp 3.000/liter, mendapatkan nilai Rp 138 juta. Penghematan Rp 138 juta tersebut hitungannya selama satu tahun. Kalau hanya terjadi selama dua bulan maka penghematan yang terjadi sekitar Rp 21 triliun. "Itu besar lho. 0,2% dari PDB," ujar Chatib di Jakarta, Senin (13/10).

Penghematan anggaran ini terjadi dari anggaran subsidi BBM yang bisa dipangkas. Asal tahu saja, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014, anggaran subsidi BBM mencapai Rp 246,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×