kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Bappenas: Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Ditargetkan Tumbuh 5,7% pada 2027


Kamis, 07 Mei 2026 / 16:18 WIB
Bappenas: Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Ditargetkan Tumbuh 5,7% pada 2027
ILUSTRASI. Bappenas mengungkapkan, konsumsi rumah tangga ditargetkan tumbuh di kisaran 5,2%-5,7% yoy pada 2027.(dok./Kementerian PPN/Bappenas)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,9% hingga 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Target tersebut akan didorong dari sisi pengeluaran, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.

Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh komponen pengeluaran tumbuh lebih tinggi untuk menopang akselerasi ekonomi nasional pada 2027.

“Untuk sasaran pertumbuhan itu adalah 5,9%-7,5%, dan tentu saja kalau di sisi permintaan akan didorong konsumsi, investasi tumbuh tinggi,” ujar Eka dalam Rakorbangpus 2026 dalam rangka penyusunan RKP Tahun 2027 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Prabowo Kebut Swasembada Energi di PKPN 2026-2029, Ini Daftar Lengkapnya!

Dalam rinciannya, konsumsi rumah tangga ditargetkan tumbuh di kisaran 5,2%-5,7% yoy pada 2027. Sementara konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) diproyeksikan tumbuh 5,8%-6,1% yoy.

Adapun investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diproyeksikan meningkat sebesar 6,8%-8,8% yoy. Sasaran pertumbuhan ekspor barang dan jasa kisaran 7,4%-10,4%, sementara untuk sisi impor barang dan jasa ditetapkan target pertumbuhan 8,1%-9,7%.

Baca Juga: Banyak Daerah Mulai Kesulitan Bayar Gaji PPPK, APKASI Buka Suara

Adapu konsumsi pemerintah ditargetkan tumbuh lebih tinggi di kisaran 4,4%-8,3% yoy. Sejalan dengan itu pemerintah juga menetapkan sasaran defisit fiskal di rentang 1,80%-2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan menjaga APBN tetap sehat, kredibel dan sustainabel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×