Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 di kisaran 5,9% hingga 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Target tersebut akan didorong dari sisi pengeluaran, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh komponen pengeluaran tumbuh lebih tinggi untuk menopang akselerasi ekonomi nasional pada 2027.
“Untuk sasaran pertumbuhan itu adalah 5,9%-7,5%, dan tentu saja kalau di sisi permintaan akan didorong konsumsi, investasi tumbuh tinggi,” ujar Eka dalam Rakorbangpus 2026 dalam rangka penyusunan RKP Tahun 2027 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Kebut Swasembada Energi di PKPN 2026-2029, Ini Daftar Lengkapnya!
Dalam rinciannya, konsumsi rumah tangga ditargetkan tumbuh di kisaran 5,2%-5,7% yoy pada 2027. Sementara konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) diproyeksikan tumbuh 5,8%-6,1% yoy.
Adapun investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diproyeksikan meningkat sebesar 6,8%-8,8% yoy. Sasaran pertumbuhan ekspor barang dan jasa kisaran 7,4%-10,4%, sementara untuk sisi impor barang dan jasa ditetapkan target pertumbuhan 8,1%-9,7%.
Baca Juga: Banyak Daerah Mulai Kesulitan Bayar Gaji PPPK, APKASI Buka Suara
Adapu konsumsi pemerintah ditargetkan tumbuh lebih tinggi di kisaran 4,4%-8,3% yoy. Sejalan dengan itu pemerintah juga menetapkan sasaran defisit fiskal di rentang 1,80%-2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan menjaga APBN tetap sehat, kredibel dan sustainabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













