kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   53,00   0,32%
  • IDX 8.146   -0,40   0,00%
  • KOMPAS100 1.148   2,32   0,20%
  • LQ45 836   3,39   0,41%
  • ISSI 286   -1,06   -0,37%
  • IDX30 437   3,52   0,81%
  • IDXHIDIV20 525   5,48   1,05%
  • IDX80 128   0,46   0,36%
  • IDXV30 143   1,49   1,05%
  • IDXQ30 141   1,32   0,94%

BPS: Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga pada Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Menurun


Kamis, 05 Februari 2026 / 12:08 WIB
BPS: Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga pada Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025 Menurun
ILUSTRASI. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (Dok/BPS) Konsumsi rumah tangga menjadi sumber terbesar pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025. Namun kontribusinya menurun dibandingkan 2022


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsumsi rumah tangga menjadi sumber terbesar pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025. Akan tetapi kontribusinya menurun bila dibandingkan 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 23.821,1 triliun, dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 13.580,5 triliun.

Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11% Cumulative-to-Cumulative (CtC). Pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari 2024 yang mencapai 5,3%, namun berada di bawah target pemerintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2%.

Bila melihat kebelakang, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 mencapai 4,87%, kuartal II 2025 mencapai 5,12%, dan kuartal III mencapai 5,04%, serta kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.

Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Ditopang Industri Pengolahan

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti membeberkan, apabila dilihat dari sumber pertumbuhan, sepanjang 2025 konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan terbesar yakni mencapai 2,62%.

Akan tetapi, kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi ini menurun bila dibandingkan 2022 lalu. Mulai dari tumbuh 2,62% pada 2022, kemudian pertumbuhannya turun pada 2023 menjadi 2,55%, sedikit naik menjadi 2,60% pada 2024, dan meningkat menjadi 2,62% pada 2025.

“Komponen lain yang juga memberikan sumber pertumbuhan yang relatif tinggi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,85%, dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,19%,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Untuk PMTB, bila melihat kontribusi terhadap perekonomian dalam empat tahun terakhir tercatat mengalami peningkatan. Mulai pada 2022 tumbuh sebesar 1,24%, turun menjadi 1,18% pada 2023, namun naik pada 2024 menjadi 1,43%, dan meningkat menjadi 1,58% pada 2025.

Sementara itu, kontribusi konsumsi pemerintah pada 2025 yang sebesar 0,19%, tercatat turun bila dibandingkan 2024 yang mencapai 0,49%. Kontribusi konsumsi pemerintah pada 2025 juga tercatat lebih rendah dari 2023 yang tumbuh 0,22%, meski lebih baik dari 2022 yang terkontraksi 0,36%.

Terakhir, untuk net ekspor pada 2025 tercatat sebesar 0,74%, meningkat dari 2024 yang hanya berkontribusi 0,04%. Sedangkan kontribusi lainnya, pada 2025 mengalami kontraksi 0,02%, setelah pada 2024 tumbuh 0,47%.

Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace Besutan Trump

Selanjutnya: Detail Kamera Infinix Hot 60i: Hasil Potretnya Mengejutkan

Menarik Dibaca: Detail Kamera Infinix Hot 60i: Hasil Potretnya Mengejutkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×