kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Prabowo Kebut Swasembada Energi di PKPN 2026-2029, Ini Daftar Lengkapnya!


Kamis, 07 Mei 2026 / 16:14 WIB
Prabowo Kebut Swasembada Energi di PKPN 2026-2029, Ini Daftar Lengkapnya!
ILUSTRASI. Dukung Swasembada Pangan, PIS Dorong Produktivitas Lahan Petani di Sleman (Dok/PT Pertamina International Shipping (PIS))


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai memetakan pendanaan untuk menyokong Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) periode 2026-2029. Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat swasembada energi melalui kolaborasi lintas instansi dan skema pembiayaan baru.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, PKPN telah disampaikan oleh Presiden dalam taklimat bersama jajaran kabinet. Program ini mencakup 8 kluster besar dengan 60 program kerja yang sangat spesifik. 

"Ada 8 kluster dan ada 60 program. Programnya sudah jelas yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi sampai dengan pemerataan ekonomi di perdesaan," ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Banyak Daerah Mulai Kesulitan Bayar Gaji PPPK, APKASI Buka Suara

Terkait skema pembiayaan, Juda menekankan peran fiskal negara akan lebih difokuskan pada public goods dan welfare. Sedangkan untuk investasi, pemerintah kini memiliki Badan Pengelola Investasi Danantara.

"Yang dulunya investasi pemerintah dilakukan melalui fiskal, sekarang ini dilakukan melalui Danantara," jelasnya.

Lebih lanjut, Juda menjelaskan bahwa proyek-proyek yang membutuhkan dukungan besar pembiayaannya lewat skema kolaborasi antara anggaran negara dan Danantara. Di sisi lain, Bank Indonesia juga didorong berperan menjaga sisi moneter dengan memastikan likuiditas perbankan tetap memadai.

"Bank Indonesia tentu saja akan menyediakan likuiditas yang cukup bagi perbankan dan juga biaya modal yang rendah di sektor swasta," terangnya.

Lebih lanjut, Juda menegaskan, pemerintah optimistis kolaborasi kuat antara otoritas fiskal, Danantara, dan sektor swasta bakal menjadi penggerak pertumbuhan di 8 kluster prioritas.

"Sehingga kolaborasi pemerintah, Danantara dan sektor swasta ini bisa mencapai atau mendorong pertumbuhan-pertumbuhan di 8 kluster yang tadi saya sebutkan," pungkasnya.

Berikut daftar 15 Daftar Ketahanan Energi dalam PKPN 2026-2029

1. Mandatori Biodiesel 50 (B50)

2. Mandatori Bioetanol 20 (E20)

3. Program PLTS 100 GW

4. Implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)

5. Konversi 6 Juta Unit Motor BBM ke Motor Listrik

6. Pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) untuk 1 Juta Sambungan Rumah

7. Peningkatan Lifting Minyak dan Gas Bumi

8. Small Scale Green Modular Refinery and 6 Storage

9. Eksplorasi 10 Ladang Migas Baru

10. Listrik Pedesaan

11. Pengelolaan Sampah menjadi Energi (PSEL)

12. PLTA Skala Besar Terintegrasi

13. Kompor Listrik untuk 2-5 Juta Rumah Tangga

14. Optimalisasi 45.000 Sumur Minyak Masyarakat

15.Optimalisasi 13.000 Sumur Minyak Tua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×