kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,11   -24,03   -2.49%
  • EMAS929.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Ada izin BPOM, kapan vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun diberikan? Ini kata Satgas


Rabu, 03 November 2021 / 08:52 WIB
Ada izin BPOM, kapan vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun diberikan? Ini kata Satgas
ILUSTRASI. Ada izin BPOM, kapan vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun diberikan? Ini kata Satgas

Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 SInovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Lalu, kapan anak-anak usia 6-11 tahun mendapatkan suntikan vaksin Covid-19?

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, suntik vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun akan menyasar 26,4 orang. Nantinya, vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun diberikan sebanyak dua dosis atau dua kali suntikan.

"Nantinya target vaksinasi pada anak menyentuh sekitar 26,4 juta orang dengan kebutuhan dua dosis vaksin per orang," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2021).

Berbeda dengan orang dewasa, vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun tidak akan berlangsung secara serentak di tingkat nasional. Wiku mengatakan, sebagaimana yang telah disampaikan Menko PMK Muhadjir Effendy, vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun akan dilakukan setelah cakupan vaksinasi dosis pertama secara nasional telah melebihi 70% dari total sasaran target vaksinasi.

Selain itu, vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun baru dilakukan jika lebih dari 60% populasi lansia telah divaksin. "Dan vaksinasi (untuk anak) ini dimulai dari kabupaten/kota yang telah memenuhi target tersebut. Kemudian pemerintah berusaha mencapai target ini di akhir 2021," ucap Wiku.

Baca juga: Rekomendasi IDAI, ini kondisi anak usia 6-11 tahun yang tak bisa divaksinasi Sinovac

Dia mengatakan, vaksinasi Covid-19 pada target akan menjadi wajib dalam melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Mengingat, kegiatan aktivitas sosial masyarakat termasuk di sektor pendidikan secara bertahap telah kembali normal. Pemerintah telah resmi mengizinkan pemberian vaksin Covid-19 Sinovac untuk anak-anak.

Satgas Covid-19 mencatat, angka vaksin Covid-19 dosis pertama di Indonesia bertambah 835.260 pada Selasa 2 November 2021. Dengan penambahan itu, total jumlah vaksinasi pertama sudah mencapai 120.887.847.

Adapun penambahan data vaksin Covid-19 kedua sebanyak 716.740. Berarti total jumlah vaksin Covid-19 dosis kedua di Indonesia mencapai 74.805.667. Penambahan vaksin Covid-19 dosis ketiga sebanyak 4.277. Dengan tambahan ini, total vaksinasi ketiga mencapai 1.142.465.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 208.265.720. Jika dibandingkan dengan total sasaran vaksin Covid-19 tersebut berarti hingga Selasa (2/11), vaksinasi dosis pertama mencapai 58,04%. Adapun tingkat vaksin Covid-19 dosis kedua di Indonesia baru mencapai 35,92%.

Sebelumnya, BPOM memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada Senin (1/11). "Pada hari ini, kami menyampaikan pengumuman, telah diterbitkannya izin penggunaan vaksin Covid-19, dari vaksin Sinovac CoronaVac dan vaksin Covid-19 dari Bio Farma untuk anak usia 6-11 tahun," kata Kepala BPOM Penny Lukito, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Vaksin Sinovac pada awal penggunaannya ditujukan hanya untuk dewasa. Kemudian, vaksin Covid-19 Sinovac mulai diizinkan untuk dipakai anak usia 12-17 tahun. Kini vaksin Covid-19 Sinovac ini telah diberikan izin penggunaan darurat untuk anak usia 6-11 tahun.

Bagaimana dosis penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun? Apa efek samping vaksin Covid-19 Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun?

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, keputusan ukuran penggunaan dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk vaksin anak 6-11 tahun masih menunggu rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). “Kita tunggu rekomendasi ITAGI dan IDAI, ya, untuk teknis pelaksanaannya,” ujar Nadia, saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Namun, ia mengatakan kemungkinan penggunaan dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk anak-anak usia 6-11 tahun adalah setengah dosis dewasa. “Kalau lihat hasil uji klinis, ini (vasin Sinovac untuk anak 6-11 tahun) setengahnya dosis dewasa, ya,” ujar dia.

Baca juga: BPOM beri izin vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun, begini kata IDAI

Rekomendasi IDAI untuk vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun

Dalam pemberitaan Kontan.co.id, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait vaksin Covid-19 dengan vaksin Coronavac produksi Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun.

Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, mengatakan, penerbitan rekomendasi vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun ini karena anak juga bisa tertular dan menularkan virus corona walau tanpa gejala. "Oleh karena itu, pentingnya mengontrol secara terus menerus penularan dan transmisi COVID-19 di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/11). 

Selain itu, sejumlah laporan dari hasil pembelajaran tatap muka di beberapa negara dunia menyebutkan, ada peningkatan kasus rawat inap pasien anak dengan COVID-19. "Vaksin Coronovac diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian, dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu," imbuhnya. 

Anak-anak yang tidak boleh disuntik vaksin Covid-19

Sementara data Satuan Tugas Pananganan COVID-19 per 1 November 2021 menunjukkan, proporsi kasus anak terinfeksi virus corona di Indonesia sebesar 13% dari total kasus. 

IDAI mengingatkan, vaksinasi ini tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi berikut: 

  • Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol
  • Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis
  • Menderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi
  • Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat
  • Sedang mengalami demam 37,5 derajat Celcius atau lebih
  • Baru sembuh dari COVID-19 kurang dari 3 bulan
  • Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan
  • Anak atau remaja sedang hamil
  • Memiliki hipertensi dan diabetes melitus
  • Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali

Efek samping vaksin Covid-19 untuk anak-anak

Efek vaksin Covid-19 pada anak-anak  biasanya hanya gejala ringan hingga sedang. Penelitian di China tidak menemukan efek samping serius setelah anak-anak mendapat suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Berikut efek samping vaksin Covid-19 Sinovac pada anak-anak yang sering dirasakan?

  • Merasakan nyeri di tempat suntikan dilakukan;
  • Sakit kepala;
  • Demam;
  • Hidung berair.

Itulah rencana jadwal pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Ingat, meski sudah divaksin, ajak anak-anak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 

 

Selanjutnya: Kenali Beberapa Efek Samping Konsumsi Green Tea untuk Diet

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Tuntas Mendelegasikan Tugas Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale Batch 4

[X]
×