kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Utang Luar Negeri BUMN Turun pada Oktober 2025, Ini Penyebabnya


Selasa, 16 Desember 2025 / 15:28 WIB
Utang Luar Negeri BUMN Turun pada Oktober 2025, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Total nilai utang luar negeri BUMN mencapai US$ 40,4 miliar pada Oktober 2025 atau setara Rp 673,5 triliun.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Meski demikian, Josua juga menilai, ULN yang turun juga dapat mencerminkan sikap menahan ekspansi jika prospek permintaan belum kuat atau ruang investasi belum jelas.

Josua melihat, tantangan kinerja BUMN sepanjang 2025 umumnya datang dari kombinasi tekanan biaya pendanaan dan risiko nilai tukar, volatilitas permintaan dan harga komoditas untuk BUMN berbasis sumber daya alam, serta risiko pelaksanaan proyek pada BUMN infrastruktur dan energi, seperti ketepatan waktu, pembengkakan biaya, dan kepastian pendapatan.

Di sisi lain, ia juga mengamati, BUMN juga menghadapi tantangan tata kelola dan efisiensi, termasuk kebutuhan menyeimbangkan mandat layanan publik dengan kesehatan keuangan.

Baca Juga: Utang Luar Negeri BUMN Naik , Capai Rp 715,3 Triliun per April 2025

Bila kompensasi atau penugasan tidak sepenuhnya sejalan dengan kemampuan arus kas, tekanan likuiditas mudah muncul meski utang luar negeri menurun.

“BUMN perbankan, tantangannya lebih pada kualitas aset, persaingan dana pihak ketiga, dan menjaga likuiditas valuta asing untuk kebutuhan perdagangan, sehingga kecenderungan menahan pinjaman luar negeri bisa menjadi langkah pengamanan neraca, bukan tanda melemah,” ungkapnya.

Secara rinci, ULN BUMN di sektor perbankan mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.

ULN BUMN bank pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 5,44 miliar, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar US$ 5,45 miliar, dan lebih rendah dari Oktober 2024 yang mencapai US$ 7,15 miliar.

Di sisi lain, ULN BUMN dari sektor lembaga keuangan bukan bank (LKBB) relatif stabil. Pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 1,34 miliar, masih sama dengan posisi pada September 2025, dan juga pada Oktober 2024.

Terakhir, sektor perusahaan bukan lembaga keuangan tetap menjadi kontributor terbesar dalam total ULN BUMN, meskipun menunjukkan tren penurunan.

Pada Oktober 2025, ULN sektor ini mencapai US$ 33,62 miliar, menurun dari US$ 34,29 miliar di September 2025, dan turun dari Oktober 2025 yang mencapai US$ 35,72 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×