kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Target Surplus Neraca Perdagangan 2024 Melorot, Berikut Penjelasan dari Wamendag


Kamis, 22 Februari 2024 / 07:55 WIB
Target Surplus Neraca Perdagangan 2024 Melorot, Berikut Penjelasan dari Wamendag
ILUSTRASI. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga memberi keterangan usai Raker Kemendag 2024 di Semarang,?Jawa Tengah.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan surplus neraca perdagangan tahun 2024 hanya mencapai US$31,6 - US$53,4 miliar. 

Meski begitu, nilai batas bawah target surplus neraca perdagangan tahun ini masih jauh lebih rendah dari tahun 2023 yang ditargetkan mencapai US$38,2 - US$38,5 miliar

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, pertimbangan menetapkan batas bawah yang lebih rendah dari tahun lalu karena pemerintah mengantisipasi adanya perlambatan ekonomi global di tahun 2024. 

Baca Juga: Kemendag Targetkan Surplus Perdagangan RI Capai US$ 53,4 Miliar pada Tahun 2024

"Lembaga internasional seperti IMF kan memprediksi ada keterlambatan ekonomi global. Bahkan ada beberapa disebutkan itu pertumbuhannya sekitar 3,7%, kita itu 5%, yang artinya kita sudah di atas itu," ujar Jerry dalam Rakor Kemendag 2024 di Semarang, Rabu (21/2). 

Alasan lain, lantaran pemerintah juga berpacu pada realisasi surplus perdagangan tahun 2023 yang tidak sampai USD 40 miliar atau tepatnya sebesar USD 36,93 miliar.

"Jadi saya pikir sangat rasional kita mematok angka tersebut, dengan asumsi bahwa kita mencapai angka yang lebih tinggi dari 2023," kata Jerry. 

Baca Juga: Ekonomi Negara Maju Lesu, Pemerintah Genjot Ekspor ke-12 Negara Ini

Terlebih, saat ini Pemerintah juga tengah menggenjot kebijakan hilirisasi komoditas untuk mendapatkan nilai tambah dalam melakukan ekspor. 

"Target ekspor kita kan kurang lebih US$260 miliar per tahun, saya yakin itu bisa meningkat (tahun ini) berkali lipat karena kita sekarang kirim produk yang di olah dari hilirisasi," jelas Jerry. 

Diketahui, bayang bayang perlambatan ekonomi diprediksi masih berlanjut sampai tahun 2024 lantaran konflik geopolitik yang masih memanas. 

Bahkan, Bank Dunia (World Bank), dalam laporan Global Economic Prospect edisi Januari 2024, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan lebih suram. 

Baca Juga: Genjot Ekspor, Kemendag Harap Automatic Adjustment Dicabut Pertengahan Tahun 2024

Berdasarkan hitungan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan melambat, tumbuh 2,4% secara tahunan atau year on year (YoY). Proyeksi pertumbuhan ini lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 yang sebesar 2,6%. 

World Bank juga mencatat, potensi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2024 hampir tiga perempat persen poin di bawah rata-rata pertumbuhan pada tahun 2010-an.

Pada tahun ini, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang hanya tumbuh sebesar 3,9% secara tahunan.

Proyeksi pertumbuhan tersebut, turun lebih dari satu persen poin dari rata-rata pertumbuhan pada dekade sebelumnya. 

Sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berpenghasilan rendah sebesar 5,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini juga lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×