kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Sejumlah BUMN masih merugi, ini permintaan Kementrian BUMN


Minggu, 27 Mei 2018 / 21:28 WIB
ILUSTRASI. Kantor Kementerian BUMN


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menderita kerugian. Kementerian BUMN pun terus memutar otak menyelamatkan perusahaan pelat merah tersebut.

Salah satunya dengan meminta merubah fokus bisnisnya. "Merpati opsinya bergerak di bidang kargo dan logistik namun demikian masih akan dibahas dan difinalkan," ujar Staf Khusus III bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Wianda Arindita Pusponegoro, Minggu (27/5).

BUMN yang mengalami kerugian diminta untuk mempertajam diversifikasi bisnis. Selain itu, efisiensi pun menjadi hal penting yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja.

Selain itu, BUMN diminta untuk menentukan konsep bisnis ke depan. Konsep tersebut dikaitkan dengan pelaksanaan sinergi BUMN.

"Bila sudah ditetapkan pada saatnya akan disinergikan dengan sesama BUMN untuk saling melengkapi dan mendukung bisnisnya," terang Wianda.

Meski begitu, BUMN pun masih terbuka untuk bekerja sama dengan sektor swasta. Ketika ditanya tentang kemungkinan bekerja sama dengan sektor swasta, Wianda bilang semua perencanaan dan proses masih terus dibahas sambil menentukan konsep final.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×