kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY: Sesuaikan upah dengan pertumbuhan ekonomi


Rabu, 01 Februari 2012 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. Suasana Rumah Mantan Cafe & Nostalgia di Rawamangun, Jakarta Timur.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pembayaran upah pekerja harus sesuai dengan hidup layak. Selain itu, SBY juga meminta agar nilai upah disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Secara moral upah pekerja harus baik dan layak sehingga adil. Kalau ekonomi kita terus tumbuh dan dunia usaha tumbuh dan berkembang, maka upah buruh juga mesti di tingkatkan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi," kata SBY di Istana, Rabu (1/2).

SBY berharap, dari tahun ke tahun upah atau penghasilan pekerja harus bertambah baik dan semakin layak. Meski demikian, pengupahan tersebut disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Mengingat kemampuan tiap perusahaan berbeda-beda.

"Ada (pengusaha) yang golongan mikro dan kecil. Ada juga yang menengah dan ada juga yang termasuk usaha besar. Semua patut diperhitungkan dengan seksama, " tegas Presiden.

SBY menekankan untuk menempuh jalur komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Jika ada ada tuntutan dari pekerja, SBY meminta untuk disampaikan dengan baik. Begitu harapan SBY terhadap perusahaan, agar berkomunikasi jika memiliki keterbatasan.

"Ketika ada ketidakpuasan setelah kesepakatan yang diambil. Lakukan semuanya itu dengan tertib, dengan damai tanpa kekerasan, tanpa melakukan tindakan-tindakan yang nanti mengganggu kepentingan masyarakat luas," terang SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×