kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 5.951   -150,14   -2,46%
  • KOMPAS100 774   -22,02   -2,77%
  • LQ45 584   -14,08   -2,35%
  • ISSI 206   -5,45   -2,57%
  • IDX30 331   -7,41   -2,19%
  • IDXHIDIV20 404   -8,15   -1,97%
  • IDX80 88   -2,47   -2,73%
  • IDXV30 109   -1,84   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,16   -2,00%

SBY: Sesuaikan upah dengan pertumbuhan ekonomi


Rabu, 01 Februari 2012 / 15:52 WIB
ILUSTRASI. Suasana Rumah Mantan Cafe & Nostalgia di Rawamangun, Jakarta Timur.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, pembayaran upah pekerja harus sesuai dengan hidup layak. Selain itu, SBY juga meminta agar nilai upah disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Secara moral upah pekerja harus baik dan layak sehingga adil. Kalau ekonomi kita terus tumbuh dan dunia usaha tumbuh dan berkembang, maka upah buruh juga mesti di tingkatkan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi," kata SBY di Istana, Rabu (1/2).

SBY berharap, dari tahun ke tahun upah atau penghasilan pekerja harus bertambah baik dan semakin layak. Meski demikian, pengupahan tersebut disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Mengingat kemampuan tiap perusahaan berbeda-beda.

"Ada (pengusaha) yang golongan mikro dan kecil. Ada juga yang menengah dan ada juga yang termasuk usaha besar. Semua patut diperhitungkan dengan seksama, " tegas Presiden.

SBY menekankan untuk menempuh jalur komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Jika ada ada tuntutan dari pekerja, SBY meminta untuk disampaikan dengan baik. Begitu harapan SBY terhadap perusahaan, agar berkomunikasi jika memiliki keterbatasan.

"Ketika ada ketidakpuasan setelah kesepakatan yang diambil. Lakukan semuanya itu dengan tertib, dengan damai tanpa kekerasan, tanpa melakukan tindakan-tindakan yang nanti mengganggu kepentingan masyarakat luas," terang SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×