kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Program Matching Fund UNJA bisa jadi model pengembangan masyarakat marjinal


Rabu, 22 September 2021 / 14:52 WIB
Program Matching Fund UNJA bisa jadi model pengembangan masyarakat marjinal
ILUSTRASI. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengharapkan program Matching Fund yang dikembangkan Universitas Jambi (UNJA) mampu menjawab berbagai tantangan  masyarakat marjinal seperti membangun kemandirian suku Anak Dalam (SAD).

Karena itu, Nadiem Makarim mengharapkan, program Matching Fund yang  telah mengadopsi program  Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat terus dikembangkan sehingga ke depan bisa dijadikan model bagi perguruan tinggi lain.

Pernyataan itu disampaikan Mendikbud Ristek Nadiem usai meninjau lokasi permukiman SAD atau yang biasa disebut juga dengan Orang Rimba di Kabupaten Sarolangun, Rabu 22 September 2021.

Dalam peninjauan itu, Nadiem menyempatkan diri untuk melihat dari dekat program Matching Fund di komunitas SAD yang implementasinya memadukan sistem pendidikan formal, namun tetap mengadopsi kearifan lokal serta  budaya SAD.

Baca Juga: Jokowi dorong perguruan tinggi fasilitasi pengembangan talenta mahasiswa

Nadiem juga meninjau beberapa kegiatan  seperti inventarisasi dan pengolahan tanaman obat, pembuatan demplot tanaman endemik dan kehutanan.

“Saya sangat mengapreasi program Matching Fund UNJA yang memprioritaskan pemberdayaan SAD sebagai agenda utama," kata Nadiem Makarim usai meninjau lokasi permukiman SAD di Kabupaten Sarolangun.

Di hari yang sama, sebelumnya Nadiem telah berdialog dengan dengan Sivitas Akademika Universitas Jambi di Balairung Pinang Masak Kampus UNJA Mendalo, Jambi.

Dalam dialog tersebut, Rektor UNJA Prof Sutrisno serta Dekan Dr Fuad Muchlis memaparkan sejumlah program dan inovasi yang telah dikembangkan UNJA. 

Menurut Fuad Muchlis yang memimpin program tersebut, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya pemberdayaan SAD di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang terintegrasi sebagaimana tertuang arahan program Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD.

Fuad Muchlis mengungkapkan, program ini merupakan tindak lanjut dari MoU UNJA dengan PT. Sari Aditya Loka (Group Astra Agro Lestari Tbk) beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Bantuan kuota internet Kemendikbud sudah cair, cek HP yuk!

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×