Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto optimistis, Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia seiring meningkatnya produktivitas pertanian nasional melalui penerapan teknologi dan teknik budidaya baru.
Menurut Prabowo, berbagai inovasi yang dikembangkan petani bersama Kementerian Pertanian telah menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan di sejumlah daerah.
"Banyak sekali inovasi teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dan Menteri Pertanian. Hasilnya menurut saya cukup revolusioner. Yang tadinya menghasilkan 5 ton gabah sekarang bisa 10 ton lebih, 12 ton," ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Prabowo mengatakan peningkatan produktivitas tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Pemerintah Perpanjang Tenor KPR Tapera hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Jika tren tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pangan negara lain.
"Kalau begitu kan naik 100% produktivitas kita. Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia, kita bisa bantu banyak negara," katanya.
Meski demikian, Presiden menegaskan peningkatan produksi pangan tidak boleh hanya menjadi capaian sesaat. Pemerintah akan mendorong sistem pertanian yang berkelanjutan melalui intensifikasi, ekstensifikasi, serta hilirisasi sektor pangan.
Menurut dia, berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, singkong, gula, kedelai hingga sagu perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"Seluruh produksi pangan kita harus kita amankan, kita intensifikasi, ekstensifikasi dan kita hilirisasi," ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan, pemerintah akan memperluas penerapan teknologi pertanian yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas ke berbagai daerah. Targetnya, setiap daerah memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
"Kita ingin supaya disosialisasikan, diajarkan ke semua daerah. Kita mau tiap desa bisa swasembada, tiap kecamatan swasembada, tiap kabupaten swasembada, tiap provinsi swasembada," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu capaian terbesar pemerintahannya dalam satu tahun delapan bulan terakhir. Ia mengklaim produksi beras dan jagung Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
"Produksi beras dan jagung kita adalah yang tertinggi sepanjang negara kita berdiri," ujarnya.
Baca Juga: Relokasi Aset Hotel Sultan Dimulai, Aset Mulai Dipindahkan ke Gudang
Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk risiko gangguan pasokan pangan akibat konflik geopolitik maupun krisis internasional.
Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat sektor pertanian sebagai basis pembangunan ekonomi. "Semua negara besar, negara kuat itu landasannya adalah pertanian yang kuat, produksi pangan yang aman," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














