kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Menkeu Purbaya Ambil Alih Saham BUMN di Proyek Kereta Cepat


Rabu, 05 Agustus 2026 / 16:52 WIB
Menkeu Purbaya Ambil Alih Saham BUMN di Proyek Kereta Cepat
ILUSTRASI. Purbaya Soroti Minimnya Monitoring Proyek Whoosh Jadi Biang Kerok Beban Biaya Utang Jumbo (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan akan mengalihkan kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bagian dari skema restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengalihan tersebut tidak akan mengubah struktur konsorsium Indonesia di KCIC. 

Menurutnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang saham dari pihak Indonesia tetap ada, namun saham yang dimiliki konsorsium tersebut akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan.

"Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya," kata Purbaya usai bertemu Kepala BP BUMN Indonesia Dony Oskaria, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Purbaya Bertemu Menkeu China, Sebut Restrukturisasi Utang Whoosh Telah Diputuskan

Ia menegaskan komposisi kepemilikan saham KCIC juga tidak mengalami perubahan. Porsi kepemilikan Indonesia tetap sekitar 60%, sedangkan sekitar 40% masih dimiliki konsorsium asal China.

"60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada Cina di situ kan. Sekarang kita tanya ke Cina juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini," ujarnya.

Selama ini, kepemilikan saham Indonesia di KCIC dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Baca Juga: Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Tunggu Pengumuman AHY

Adapun pihak China menguasai 40% saham KCIC melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya memastikan pengalihan kepemilikan saham tersebut tidak berarti pembiayaan KCIC akan ditanggung langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Ia menjelaskan kebutuhan pendanaan akan ditangani oleh Special Mission Vehicle (SMV) yang memiliki sumber pendanaan dan kemampuan pembiayaan sendiri.

"Enggak, SMV kan punya untung juga," kata Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Soroti Minimnya Monitoring Proyek Whoosh Penyebab Beban Biaya Utang Jumbo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×