Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan akan mengalihkan kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bagian dari skema restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengalihan tersebut tidak akan mengubah struktur konsorsium Indonesia di KCIC.
Menurutnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang saham dari pihak Indonesia tetap ada, namun saham yang dimiliki konsorsium tersebut akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan.
"Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya," kata Purbaya usai bertemu Kepala BP BUMN Indonesia Dony Oskaria, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Purbaya Bertemu Menkeu China, Sebut Restrukturisasi Utang Whoosh Telah Diputuskan
Ia menegaskan komposisi kepemilikan saham KCIC juga tidak mengalami perubahan. Porsi kepemilikan Indonesia tetap sekitar 60%, sedangkan sekitar 40% masih dimiliki konsorsium asal China.
"60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada Cina di situ kan. Sekarang kita tanya ke Cina juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini," ujarnya.
Selama ini, kepemilikan saham Indonesia di KCIC dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).
Baca Juga: Skema Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Pemerintah Tunggu Pengumuman AHY
Adapun pihak China menguasai 40% saham KCIC melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya memastikan pengalihan kepemilikan saham tersebut tidak berarti pembiayaan KCIC akan ditanggung langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia menjelaskan kebutuhan pendanaan akan ditangani oleh Special Mission Vehicle (SMV) yang memiliki sumber pendanaan dan kemampuan pembiayaan sendiri.
"Enggak, SMV kan punya untung juga," kata Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Soroti Minimnya Monitoring Proyek Whoosh Penyebab Beban Biaya Utang Jumbo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
