kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,29% di Kuartal II-2026, Ini Kata Purbaya


Rabu, 05 Agustus 2026 / 16:14 WIB
Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,29% di Kuartal II-2026, Ini Kata Purbaya
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC Amerika Seri (Kemenkeu/dok)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan perlambatan pada kuartal II-2026.

Seperti yang diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 hanya tumbuh 5,29% secara tahunan, alias lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.

Purbaya mengatakan, angka tersebut masih cukup bagus di tengah tekanan perekonomian yang terjadi selama kuartal II-2026, mulai dari kenaikan harga minyak hingga tekanan terhadap kinerja ekspor.

Baca Juga: Meski Anggaran Rp 37 Triliun Cair, Mendagri: Rehabilitasi Pascabencana Belum Tuntas

"Kita bisa tumbuh 5,29% itu sudah cukup baik dengan keadaan yang seperti itu," ujar Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Kendati begitu, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat pada Semester II-2026. Bahkan ia akan mengupayakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut bisa menuju ke arah 6%.

"Tapi ke depan saya yakin di kuartal III dan IV, kita akan dorong ke arah yang lebih cepat di high round menuju 6% dengan memaksimalkan semua engine-engine growth yang ada di perekonomian," katanya.

Salah satu strategi yang akan ditempuh pemerintah adalah dengan meningkatkan likuiditas di perekonomian. Hal ini dilakukan guna menurunkan biaya dana perbankan sehingga suku bunga kredit bisa ikut turun.

"Termasuk menambah uang di perekonomian, menekan bunga yang diminta oleh SMV-SMV di bawah (Kementerian) Keuangan untuk turun ke level yang rendah sehingga perbankan bisa menaruh atau memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah," pungkas Purbaya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×