kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.845   -45,00   -0,25%
  • IDX 6.340   38,22   0,61%
  • KOMPAS100 829   6,02   0,73%
  • LQ45 632   4,44   0,71%
  • ISSI 219   2,30   1,06%
  • IDX30 353   2,26   0,65%
  • IDXHIDIV20 429   1,63   0,38%
  • IDX80 95   0,68   0,72%
  • IDXV30 118   0,74   0,63%
  • IDXQ30 112   0,55   0,50%

Prabowo: Keuntungan BUMN Kini Dipakai untuk Percepat Hilirisasi


Jumat, 14 Agustus 2026 / 11:11 WIB
Prabowo: Keuntungan BUMN Kini Dipakai untuk Percepat Hilirisasi
ILUSTRASI. Prabowo mengatakan keuntungan BUMN pada 2025 meningkat menjadi Rp 326 triliun atau tumbuh 75,3% dibandingkan 2024 (Dok/TV Parlemen)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini diarahkan untuk mempercepat hilirisasi dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Prabowo menyebut keuntungan BUMN pada 2024 telah dikoreksi menjadi Rp 186 triliun. Sementara itu, dividen BUMN yang disetorkan pada 2024 mencapai Rp 85,5 triliun.

Menurutnya, setelah dilakukan berbagai perbaikan, keuntungan BUMN pada 2025 meningkat menjadi Rp 326 triliun atau tumbuh 75,3% dibandingkan 2024. Ia menegaskan angka tersebut merupakan keuntungan yang diperoleh tanpa permainan angka.

Baca Juga: Prabowo Klaim Mampu Selesaikan Berbagai Masalah Bangsa Hanya Kurang dari 2 Tahun

“Rp 326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Seiring dengan kenaikan keuntungan, dividen BUMN yang disetorkan kepada negara pada 2025 juga meningkat menjadi Rp 142,3 triliun atau naik 67% dibandingkan 2024.

Namun, Prabowo menilai kontribusi BUMN kepada negara lebih tepat dilihat secara neto dengan memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan melalui APBN pada tahun yang sama.

Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat Rp 53 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp 138 triliun pada 2025 atau melonjak 160%.

Sementara itu, dividen BUMN pada 2026 diproyeksikan kembali meningkat hingga Rp 200 triliun tanpa adanya PMN. Dengan demikian, kontribusi neto dividen BUMN terhadap negara diproyeksikan meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024.

Prabowo mengatakan peningkatan keuntungan BUMN tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara. Pemerintah juga mengarahkan keuntungan BUMN untuk membiayai dan mempercepat proyek hilirisasi melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," katanya.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun

Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek hilirisasi lainnya pada 29 April 2026.

Sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan alumina menjadi aluminium.

Menurut Prabowo, proyek-proyek tersebut berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru. Pemerintah juga mulai mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari agenda hilirisasi.

Selain hilirisasi, Prabowo mengatakan keuntungan BUMN juga digunakan untuk memperkuat sektor hulu atau upstreaming. Salah satunya dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia untuk memperoleh teknologi, hak kekayaan intelektual (IP), manajemen, akses pasar, dan pengalaman.

“Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, IP-nya, manajemennya, pasarnya, pengalaman mereka sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," ujar Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×