kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.924   89,00   0,50%
  • IDX 6.297   -78,11   -1,23%
  • KOMPAS100 820   -12,86   -1,54%
  • LQ45 624   -8,74   -1,38%
  • ISSI 218   -2,92   -1,32%
  • IDX30 346   -4,39   -1,25%
  • IDXHIDIV20 430   -4,12   -0,95%
  • IDX80 94   -1,39   -1,46%
  • IDXV30 118   -1,31   -1,10%
  • IDXQ30 111   -1,32   -1,18%

Rupiah Melemah ke Rp 17.900, BI Beberkan Faktor Global dan Domestik Jadi Pemicu


Kamis, 24 September 2026 / 11:54 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.900, BI Beberkan Faktor Global dan Domestik Jadi Pemicu
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot kembali melemah dan sempat menyentuh ke atas level Rp 17.900 per dolar AS pada hari ini (24/9/2026) (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menjadi salah satu yang memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (24/9/2026).

Mengutip Bloomberg, hingga pukul 11.50 WIB, rupiah spot melemah 0,42% ke Rp 17.894 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada sesi ini, rupiah sempat lompat ke posisi Rp 17.915 per dolar AS pada pukul 09.22 WIB.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46%.

Terlebih posisi cadangan devisa masih meningkat menjadi US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Baca Juga: BI dan Hong Kong Monetary Authority Perkuat Kerja Sama Pembayaran Berbasis QR Code

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal.

“Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11%, tertinggi sejak 2007,” tutur Erwin dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Tekanan juga berasal dari ketidakpastian konflik Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak Brent kembali di atas US$ 100 per barel.

Dari domestik, Erwin menyebut, tekanan nilai tukar dipengaruhi kebutuhan valas importir menjelang akhir kuartal III dan arus keluar portofolio dari aset emerging markets.

Ia menegaskan, Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik. Penguatan strategi operasi moneter pro-market juga dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga pasar uang.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Manajer Kopdes Merah Putih Berstatus Pegawai BUMN

Efektivitas stabilisasi dan kecukupan likuiditas diperkuat melalui peningkatan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri, serta perluasan transaksi underlying yang mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, dan foreign direct investment.

Selain itu, intervensi juga dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×