kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.872   37,00   0,21%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

BI Rate Tetap 5,75%, BI Optimistis Kurs Rupiah Akan Stabil


Kamis, 24 September 2026 / 06:17 WIB
BI Rate Tetap 5,75%, BI Optimistis Kurs Rupiah Akan Stabil
ILUSTRASI. Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendati mempertahankan suku bunga acuan BI rate sebesar 5,75%, Bank Indonesia (BI) yakin pergerakan nilai tukar rupiah akan stabil.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Ia optimistis nilai tukar rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen BI serta imbal hasil yang menarik. Juga inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

“BI akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Tahan BI-Rate di Level 5,75% pada September 2026

BI akan memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

BI mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Dalam kaitan ini, BI juga telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi swap jual Lindung nilai (swap beli lindung nilai kepada BI) dan DNDF, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.

“Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar rupiah menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global,” kata Destry.

Baca Juga: BI: Ekonomi RI Perlu Didorong dengan Mengoptimalkan Berbagai Sumber Pertumbuhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×