kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.679.000   7.000   0,42%
  • USD/IDR 16.490   100,00   0,60%
  • IDX 6.520   249,06   3,97%
  • KOMPAS100 949   42,15   4,65%
  • LQ45 738   34,14   4,85%
  • ISSI 202   5,55   2,82%
  • IDX30 382   17,70   4,85%
  • IDXHIDIV20 462   16,68   3,75%
  • IDX80 107   4,47   4,34%
  • IDXV30 110   2,54   2,36%
  • IDXQ30 125   5,23   4,36%

Polisi bentuk tim khusus untuk selidiki bentrokan Cikeusik dan Temanggung


Jumat, 11 Februari 2011 / 15:41 WIB
Polisi bentuk tim khusus untuk selidiki bentrokan Cikeusik dan Temanggung
ILUSTRASI.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kepolisian akan melakukan pembenahan internal khususnya untuk satuan wilayah (kapolda) menyusul kericuhan yang terjadi di Temanggung, Jawa Tengah dan di Cikeusik, Banten. Irjen Pol Sunarko menjelaskan, Timur Pradopo telah membuat tim khusus untuk penanganan dua kasus itu.

Wakapolri Yusuf Manggabarani ditunjuk untuk menangani bentrok di Temanggung, sedangkan masalah di Cikeusik dipegang oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Nanan Soekarna. “Kapolri telah membuat tim, untuk kasus Temanggung dan Cikeusik,” ujarnya seusai Talk Show DPD RI di Nusantara V, Jumat (11/2).

Kepolisian juga telah menetapkan langkah-langkah lain untuk mencegah tindakan kekerasan kembali terjadi di daerah lain. Sunarko bilang, hingga saat ini polisi telah memanggil 25 saksi terkait kasus penyerangan warga penganut Ahmadiyah di Cikeusik. Di antaranya delapan orang Amadiyah dan sisanya warga sekitar. "Saat ini sudah ada lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka," katanya

Untuk kasus di Temanggung, hingga Jumat pagi (10/2) sudah ada sekitar 17 saksi yang dipanggil dan delapan tersangka. Sehingga hingga kini sudah terdapat 25 orang yang diperiksa.

Sunarko masih belum mau buka-bukaan mengenai perkembangan proses penyidikan yang telah berlangsung hingga kini, baik mengenai kronologis kejadian bentrokan maupun proses pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka. “Kita tunggu dulu, mekanisme masih berjalan,” ujar Sunarko.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×