kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pergantian Kepala BGN Bisa Redam Sentimen Negatif Masyarakat terhadap Program MBG


Rabu, 03 Juni 2026 / 20:29 WIB
Pergantian Kepala BGN Bisa Redam Sentimen Negatif Masyarakat terhadap Program MBG
ILUSTRASI. Kejagung tahan mantan pimpinan BGN (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat membantu meredakan sentimen negatif yang berkembang di masyarakat. Namun, langkah tersebut belum menyentuh persoalan mendasar yang selama ini menjadi sumber kritik terhadap program tersebut.

Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menilai pergantian Kepala BGN kemungkinan tidak terlepas dari berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi MBG di lapangan.

"Kemungkinan pencopotan Kepala BGN karena maraknya fakta di lapangan ditemukan banyak pelaksanaan MBG yang tidak sesuai target seperti kasus keracunan dan berbagai persoalan lainnya," ujar Esther kepada Kontan, Rabu (3/6).

Baca Juga: Revisi UU P2SK, Pemerintah & DPR Wajibkan BI Ciptakan Iklim Kondusif Lapangan Kerja

Menurut dia, pengangkatan pimpinan baru dapat menjadi upaya pemerintah untuk mengurangi tekanan publik terhadap program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

"Dengan penggantian Kepala BGN mungkin bisa menurunkan tensi negatif masyarakat terhadap Program MBG," katanya.

Meski demikian, Esther menilai persoalan utama MBG tidak semata-mata berada pada figur pimpinan lembaga. Kritik yang berkembang selama ini lebih banyak berkaitan dengan efektivitas penggunaan anggaran yang sangat besar dibandingkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Program MBG dikritik karena benefit yang diperoleh dinilai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan. Apalagi ini dilakukan saat ruang fiskal sangat sempit," ujarnya.

Dari perspektif ekonomi, isu efektivitas belanja pemerintah menjadi perhatian penting karena program MBG mengandalkan pendanaan APBN dalam jumlah besar di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas lainnya.

Karena itu, Esther menilai evaluasi menyeluruh terhadap MBG perlu segera dilakukan. Menurutnya, pemerintah idealnya memprioritaskan program yang memiliki dampak luas dan manfaat jangka panjang sehingga hasilnya tetap dirasakan masyarakat meski program telah berakhir.

Namun demikian, ia mengakui pemerintah memiliki komitmen politik untuk tetap menjalankan MBG karena merupakan salah satu janji utama saat kampanye.

"Karena MBG ini janji kampanye maka jika memang harus diimplementasikan, harus deliver dengan benar," katanya.

Esther menyarankan agar cakupan program lebih difokuskan pada wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan daerah miskin. Langkah tersebut dinilai lebih realistis mengingat kondisi fiskal yang terbatas serta meningkatnya tantangan ekonomi global.

Menurut dia, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas ekonomi makro, termasuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang saat ini menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.

Selain aspek sasaran penerima, Esther menilai sistem pengawasan kualitas makanan perlu diperkuat. Pemerintah harus memastikan kualitas dan kandungan gizi makanan yang diberikan sesuai dengan anggaran yang dialokasikan untuk setiap porsi.

"Harus bisa dicek kualitas gizi makanan apakah sesuai dengan dana yang dialokasikan per porsi sehingga menutup celah korupsi melalui program MBG," ujarnya.

Ia juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap hasil program, termasuk pengukuran dampak terhadap kesehatan dan kualitas pendidikan penerima manfaat.

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menghitung dampak MBG terhadap perekonomian secara keseluruhan untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat yang sepadan dengan anggaran yang digelontorkan.

Menurut Esther, transparansi dan komunikasi publik menjadi aspek yang tidak kalah penting. Sebagai program yang dibiayai APBN, masyarakat berhak mengetahui perkembangan pelaksanaan serta efektivitas penggunaan anggaran MBG.

"Transparansi dan komunikasi yang baik harus disampaikan kepada masyarakat karena program MBG ini berasal dari APBN, di mana masyarakat memberi kontribusi besar melalui pembayaran pajak," pungkasnya.

Dari sisi pasar, pergantian pimpinan BGN dinilai belum akan memberikan dampak signifikan terhadap sentimen investor dalam jangka pendek. 

Namun, pasar akan mencermati sejauh mana pemerintah mampu memperbaiki tata kelola program, menjaga disiplin fiskal, serta memastikan penggunaan anggaran negara berlangsung efektif dan akuntabel. Hal tersebut menjadi faktor yang lebih menentukan terhadap persepsi investor dibandingkan pergantian figur semata. 

Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar, Ekonom: Perlu Kebijakan Terukur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×