kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah sengaja turunkan penyerapan anggaran


Rabu, 11 Juni 2014 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. 10 Khasiat Bawang Merah untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Gula Darah Tinggi.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, pemerintah mengaku sengaja mengurangi realisasi penyerapan belanja negara. Apalagi dalam dalam RAPBN Perubahan 2014, pemerintah menaikkan anggaran subsidi energi sebesar Rp 110,03 triliun.

Data realisasi APBN hingga April 2014 menunjukkan, realisasi belanja pemerintah pusat hanya mencapai 20,5% atau Rp 256,1 triliun dari pagu Rp 1.249,9 triliun. Dari realisasi itu belanja modal adalah pos belanja yang memiliki realisasi paling minim. Padahal pos belanja ini sangat penting untuk mendorong pembangunan.

Realisasi belanja modal pada April 2014 hanya 7% dari pagu belanja modal yang sebesar Rp 184,2 triliun. Bila dibanding realisasi dengan periode yang sama tahun lalu pun, prosentase realisasi empat bulan pertama 2014 ini lebih rendah. Pada 2013 belanja modal mencapai 9,5% atau  Rp 17,5 triliun. Sedangkan realisasi belanja pemerintah pusat  tahun lalu mencapai 18,7% atau sebesar Rp 215,5 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, realisasi belanja yang kecil pada empat bulan pertama ini sebagai akibat pemerintah yang perlu menjaga fiskal dengan baik. Pasalnya beban subsidi energi akan naik. "Belanja yang relatif lambat ini inline untuk jaga fiskal," ujar Chatib di Jakarta, Rabu (11/6).

Jika serapan belanjanya terlalu cepat dan di sisi lain beban belanja subsidi naik, maka imbasnya defisit anggaran bisa lebih dari target. Dengan APBN 2014, defisit anggaran dipagu 1,69% dari PDB atau sebesar Rp 175,4 triliun. Di April, defisit anggaran sebesar Rp 19,6 triliun. Pemerintah menurutnya harus menjaga defisit pada periode awal, agar ketika triwulan III dan IV ketika periode serapan biasanya naik tidak terjadi pelonjakan defisit yang besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×